Emitentrust.com – Emiten telekomunikasi pelat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), melaporkan porsi saham free float perseroan turun menjadi 40,86% per akhir April 2026, dari sebelumnya 46,97%.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float TLKM tercatat sebesar 40,47 miliar saham dari total saham tercatat sebanyak 99,06 miliar saham.
Penurunan free float terjadi seiring masuknya nama THE BANK OF NEW YORK dengan kepemilikan mencapai 5,93% saham TLKM. Sementara itu, PT Danantara tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 51,57%.
Dalam laporan tersebut, perseroan juga mengungkap Negara Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) TLKM.
Menariknya, di tengah perubahan struktur kepemilikan, jumlah investor TLKM justru melonjak signifikan.
Per akhir April 2026, jumlah pemegang saham TLKM tercatat mencapai 163.401 SID atau bertambah 11.466 SID dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 151.935 SID.
Data KSEI menunjukkan investor institusi masih mendominasi kepemilikan saham TLKM.
Beberapa kategori investor dengan kepemilikan jumbo antara lain:
Reksa dana: 14,44 miliar saham
Financial institution: 6,33 miliar saham
Bank: 6,30 miliar saham
Government: 1,45 miliar saham
Investment manager: 2,64 miliar saham.
Sementara kepemilikan investor individu tercatat mencapai 1,56 miliar saham.
TLKM juga mencatat kenaikan saham treasuri menjadi 351,76 juta saham atau setara 0,35% dari total saham beredar, naik dibanding bulan sebelumnya sebesar 184 juta saham.
Perseroan menegaskan seluruh perhitungan free float telah dilakukan sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia dengan mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, dan saham treasuri.


