back to top

Merck (MERK) Bagikan Dividen Rp123,2M Setara Rp275 per Lembar

Emitentrust.com – PT Merck Tbk (MERK) resmi membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar atau setara Rp275 per saham setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Keputusan pembagian dividen tersebut sejalan dengan lonjakan kinerja keuangan Perseroan sepanjang 2025. Merck mencatat penjualan sebesar Rp1,2 triliun atau naik 16% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun.

Kenaikan pendapatan itu turut mendongkrak laba usaha Perseroan hingga 66% menjadi Rp320 miliar dari sebelumnya Rp193 miliar. Sementara laba tahun berjalan melesat 59% menjadi Rp244 miliar dari Rp153 miliar pada tahun 2024.

Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin mengatakan kinerja positif Perseroan mencerminkan keberhasilan strategi penguatan bisnis Healthcare serta disiplin operasional yang diterapkan perusahaan.

“Perseroan akan tetap berfokus membangun bisnis yang adaptif, resilien, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika industri yang terus berkembang,” ujar Evie Yulin.

Dari sisi neraca, total aset Merck pada 2025 meningkat 33% menjadi Rp1,27 triliun. Sedangkan ekuitas tumbuh 21% menjadi Rp976 miliar didorong peningkatan saldo laba.

Merck juga mencatat arus kas operasi yang solid sepanjang tahun lalu, seiring meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan dan pengelolaan operasional yang efisien.

Memasuki kuartal I 2026, Perseroan melanjutkan tren pertumbuhan positif dengan kinerja meningkat sekitar 32% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu ditopang kenaikan penjualan seluruh divisi usaha, khususnya produk Healthcare. Produk diabetes menjadi kontributor utama dengan porsi 24% terhadap penjualan Healthcare dan tumbuh 51,1% secara tahunan.

Selain itu, produk fertility tumbuh 18,2%, thyroid naik 44,9%, dan endocrinology meningkat 2,4%.

Merck juga mencatat lonjakan laba usaha kuartal I 2026 sekitar 380% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, didorong efisiensi biaya operasional serta perbaikan product mix.

Posisi kas dan setara kas Perseroan per akhir Maret 2026 meningkat menjadi sekitar Rp443 miliar, didukung arus kas operasi yang lebih kuat dan penurunan utang perusahaan.

Artikel Terkait

Bos Besar PYFA Mundur, Kenapa?

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengumumkan pengunduran diri Robby Yulianto dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Perseroan. Pengunduran diri tersebut diterima manajemen pada 20 Mei 2026 dan akan berlaku efektif setelah memperoleh

Awal Pekan Cerah! IHSG Ditutup Melonjak ke Level 6.206

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup perdagangan awal pekan di zona hijau pada Senin (25/5/2026). IHSG menguat 0,72% atau naik 44,304 poin ke level 6.206,349 setelah sempat bergerak di rentang 6.124 hingga 6.239.

BTN Lelang 10.000 Rumah Second, Harga Diskon 40%!

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau Bank Tabungan Negara siap membanjiri pasar properti nasional dengan 10.000 hunian second melalui program Lelang Akbar BTN 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru