Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat ke emiten properti milik Hapsoro yaitu PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) terkait volatilitas transaksi saham Perseroan beberapa terakhir ini.
Seperti diketahui saham BUVA pada perdagangan hari ini Senin (25/5) turun 0,47 persen ke level Rp695.
Dalam sepekan Drop 30,1 persen. Dalam sebulan anjlok 34,9 persen dari harga Rp1.085 pada 27 April 2026.
Manajemen BUVA Dalam suratnya bernomor 099.03.04/BUVA/V/2026 menyatakan hingga saat ini tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan maupun keputusan investasi pemodal.
“Sampai saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” tulis manajemen BUVA dalam penjelasannya kepada BEI pada Senin (25/5).
Perseroan juga menegaskan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Selain itu, manajemen mengaku belum mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai laporan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Meski demikian, BUVA mengungkapkan Perseroan memang memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue.
Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, Perseroan telah menyampaikan rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru atau setara maksimal 203,11% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
“ Rencana rights issue jumbo tersebut sebelumnya telah diumumkan melalui sistem pelaporan elektronik OJK dan situs resmi Perseroan”, jelasnya.
Manajemen belum mengungkapkan lebih lanjut terkait jadwal pelaksanaan maupun penggunaan dana hasil rights issue tersebut.


