Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat kepada PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) untuk meminta klarifikasi terkait volatilitas transaksi dan harga sahamnya.
Perlu diketahui, saham INET pada perdagangan Selasa (26/5) turun 4,46 persen ke level Rp214. Dalam sepekan terakhir anjlok 14,4 persen. Dalam sebulan ambles 30,9 persen. Dalam enam bulan tersungkur 50,5 persen dari harga Rp432 pada 26 November 2025.
Melalui surat nomor 90/INET/CORSEC/V/2026, manajemen INET menjawab sejumlah pertanyaan dari BEI terkait lonjakan volatilitas transaksi efek perseroan. Manajemen memastikan hingga saat ini tidak ada informasi material tersembunyi, aksi korporasi mendadak, maupun perubahan kepemilikan saham pemegang saham utama yang belum dilaporkan.
Manajemen INET dalam keterangannya ke BEI Selasa (26/5) menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum disampaikan ke publik yang dapat mempengaruhi pergerakan saham perusahaan.
” Seluruh informasi penting telah disampaikan sesuai ketentuan pasar modal dan keterbukaan informasi” tulis Senior Vice President Corporate Secretary INET, Arki Rifazka dalam jawaban surat BEI pada Se;lasa (26/5).
Meski membantah adanya informasi material tersembunyi, INET mengungkapkan sejumlah agenda korporasi dalam waktu dekat. Salah satunya pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp894,96 juta atau Rp0,04 per saham kepada 22,37 miliar saham.
Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 29 Mei 2026, ex dividen pada 2 Juni 2026, recording date pada 3 Juni 2026, dan pembayaran dividen tunai dilakukan pada 11 Juni 2026.
Selain pembagian dividen, perseroan juga akan menggelar RUPST kedua pada 2 Juni 2026 guna meminta persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait penyesuaian KBLI 2025 dan ketentuan POJK No.17/2020, setelah rapat sebelumnya belum memenuhi kuorum.
Tak hanya itu, INET juga tengah mempersiapkan penerbitan Obligasi II dan Sukuk Ijarah II tahun 2027. Saat ini perseroan masih berada dalam tahap awal penyusunan struktur transaksi dan penentuan timeline penerbitan surat utang tersebut.
Perseroan juga memastikan pemegang saham utama tidak memiliki rencana melakukan perubahan kepemilikan saham dalam waktu dekat dan tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan perusahaan.


