Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026). IHSG anjlok 76,159 poin atau 1,227% ke level 6.130,190.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 6.286 dan sempat menyentuh level terendah 6.124 setelah dibuka pada posisi 6.206.
Pelemahan IHSG dipicu tekanan jual pada mayoritas indeks sektoral. Delapan sektor tercatat mengalami penurunan signifikan dan menjadi pemberat utama laju indeks.
Sektor industri menjadi yang paling tertekan setelah turun 3,38%, disusul sektor barang konsumen siklikal yang melemah 2,20% dan sektor properti turun 2,14%.
Selain itu, sektor keuangan terkoreksi 1,52%, sektor barang konsumen non-primer turun 1,69%, sektor energi melemah 1,04%, sektor barang baku turun 0,89%, dan sektor kesehatan terkoreksi 0,63%.
Meski demikian, tiga sektor masih mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor teknologi yang naik tipis 0,08%, sektor infrastruktur menguat 0,18%, dan sektor transportasi naik 0,06%.
Nilai transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan mencapai Rp17,7 triliun. Sebanyak 325 saham berhasil menguat, sementara 679 saham melemah dan 285 saham stagnan.
Di jajaran top gainers, saham MGNA melonjak 34,09% atau naik 30 poin ke level 118. Saham ARTA menguat 25% menjadi 2.500 dan NZIA naik 18,10% ke posisi 137.
Kemudian saham ELPI menguat 12,95% ke level 1.700 dan AWAN naik 12,67% menjadi 160.
Sebaliknya, saham-saham yang masuk daftar top losers dipimpin oleh MSIN yang anjlok 14,97% ke level 420. Disusul RISE yang turun 14,94% menjadi 1.195 dan TALF yang melemah 14,87% ke posisi 830.
Saham BHAT juga turun 14,73% menjadi 810 dan ASPR melemah 14,63% ke level 210.
Untuk saham dengan kenaikan harga terbesar, RDTX naik Rp1.450 menjadi Rp16.850 per lembar, SINI menguat Rp1.000 menjadi Rp11.225, dan ARTA naik Rp500 menjadi Rp2.500 per saham.
Sementara saham yang mengalami penurunan harga signifikan di antaranya MLPT yang turun Rp950 menjadi Rp18.900 per lembar, UNTR melemah Rp775 menjadi Rp23.800, serta INCO yang terkoreksi Rp585 menjadi Rp4.890 per saham.
Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin oleh BRPT dengan frekuensi transaksi mencapai 94.540 kali senilai Rp1,17 triliun. Disusul CUAN sebanyak 66.000 kali transaksi senilai Rp464 miliar dan BUMI sebanyak 57.966 kali transaksi dengan nilai Rp459 miliar.
Saham-saham top losers LQ45, Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 10,68% ke Rp 4.890, Astra Internasional Tbk (ASII) turun 8,48% ke Rp 5.125 dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 8,11% ke Rp 1.190
Sedangkan Saham top gainers LQ45, Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 5,46% ke Rp 3.090, Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 5,07% ke Rp 1.555 dan Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,91% ke Rp 505.


