back to top

LOPI Gagal Minta Restu Rights Issue, RUPSLB Tak Kourum

Emitentrust.com- PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 2 Juni 2026.

Berdasarkan risalah rapat yang disampaikan LOPI pada Rabu (3/6) bahwa, RUPSLB dihadiri pemegang saham yang mewakili 778,84 juta saham atau setara 70,8% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Pada agenda pertama, pemegang saham secara bulat menyetujui perubahan Pasal 4 ayat 1 dan ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan terkait rencana pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement

Namun demikian, agenda kedua yang membahas persetujuan PMTHMETD alias rights issue tidak dapat dilaksanakan. Perseroan menyebutkan agenda tersebut gagal digelar karena tidak memenuhi kuorum kehadiran yang dipersyaratkan.

Selain itu, pemegang saham juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk melakukan negosiasi serta mengambil berbagai tindakan yang diperlukan terkait rencana tersebut, termasuk penentuan harga penerbitan saham dengan tetap memperhatikan ketentuan pasar modal yang berlaku.

Dengan tidak terlaksananya agenda PMTHMETD, rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu masih harus menunggu langkah lanjutan dari perseroan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak mengalami perubahan. Jabatan Direktur Utama tetap dipegang oleh Wahyu Dwi Jatmiko hingga 30 Desember 2027, sementara posisi Komisaris Utama dijabat Arfindi A. Batubara hingga 24 Desember 2029.

Sebagai informasi LOPI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas dua skema pendanaan sekaligus, yakni private placement (PMTHMETD) dan right issue (PMHMETD).

Untuk skema tanpa HMETD (private placement), Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 110 juta saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor strategis. Selain itu, peningkatan jumlah saham beredar diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham LOPI di pasar.

Di sisi lain, LOPI juga menyiapkan aksi rights issue dalam skala jauh lebih besar. Perseroan berencana menerbitkan hingga 1,4 miliar saham baru, setara dengan 127,27% dari jumlah saham yang telah ditempatkan.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung ekspansi bisnis Perseroan di sektor jasa pengurusan transportasi (freight forwarding).

Artikel Terkait

Pemilik Manfaat Akhir Blue Bird Lego Saham BIRD Rp78,3M, Ada Apa?

PT Blue Bird Tbk (BIRD), menyampaikan bahwa Sri Adriyani Lestari, melepas 52,56 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp78,31 miliar.

Pengendali WINR Makin Rajin Jual Puluhan Juta Saham di FCA, Ini Alasannya

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), Pemenang Nusantara Internasional, melepas 24,85 juta saham Perseroan melalui transaksi penjualan pada 13 Juli 2026. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp497 juta.

Market Cap Melonjak Jadi Rp10.749T, IHSG Terbang 4,24% Dalam Sepekan

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 3,95% sepanjang perdagangan 13–17 Juli 2026 menjadi Rp10.749 triliun, naik sekitar Rp409 triliun

Populer 7 Hari

Berita Terbaru