back to top

BEI Ungkap Fundamental Pasar Masih Kuat, Jangan Percaya Hoaks MSCI

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih berada dalam kondisi solid di tengah tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengimbau investor untuk tetap mengambil keputusan investasi secara rasional dengan memperhatikan fundamental perusahaan dan profil risiko masing-masing.

Menurut Jeffrey, kinerja emiten sepanjang 2025 hingga kuartal I-2026 menunjukkan kondisi yang sangat positif. Berdasarkan laporan keuangan seluruh perusahaan tercatat, laba bersih emiten sepanjang tahun 2025 tumbuh lebih dari 21% dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahkan, untuk kelompok saham indeks LQ45, laba bersih pada kuartal I-2026 melonjak sekitar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kalau kita lihat perkembangan sampai kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan kuartal pertama tahun 2025, khususnya saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30%, yaitu 29,9%,” ujar Jeffrey kepada Media Kamis (4/6).

Tak hanya itu, sebanyak 80% perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada kuartal I-2026, menjadi persentase tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, pada 2020 hanya 63% emiten yang mencatatkan laba, sedangkan pada periode 2021 hingga 2025 jumlahnya berkisar antara 73%-76%.

“Ini menunjukkan fundamental perusahaan-perusahaan tercatat saat ini dalam kondisi baik dan dapat menjadi landasan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi,” katanya.

Selain menyoroti fundamental emiten, BEI juga mengingatkan bahwa sejumlah kebijakan stabilisasi pasar yang diterapkan sejak tahun lalu masih berlaku hingga saat ini. Kebijakan tersebut meliputi fasilitas buyback saham tanpa persetujuan RUPS serta penundaan atau larangan transaksi short selling.

Jeffrey juga menyinggung beredarnya informasi yang tidak akurat di pasar terkait isu perubahan status Indonesia oleh MSCI dari emerging market menjadi frontier market.

Menurutnya, informasi berupa tangkapan layar yang beredar tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan investor.

“Kami mengimbau investor untuk selalu melakukan cek dan cross-check terhadap informasi yang beredar sebelum mengambil keputusan investasi,” tegasnya.

Terkait status Indonesia dalam indeks MSCI, BEI optimistis Indonesia tetap akan mempertahankan posisinya sebagai emerging market.

“Dari berbagai langkah konkret yang telah dilakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap berada dalam kategori emerging market,” tutup Jeffrey.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Pangkas Separuh Kejatuhan, Aksi Beli Mulai Masuk!

IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahan pada perdagangan sesi II Kamis (4/6/2026), meski tetap ditutup di zona merah.

Emdeki (MDKI) Bagikan 66% Laba 2025 Jadi Dividen, Cum 12 Juni

PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp22,77 miliar. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

VAST Putuskan Tidak Ada Dividen dari Laba 2025

PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru