Emitentrust.com – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan peningkatan porsi saham publik (free float) pada akhir Mei 2026. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, free float BRMS naik menjadi 45,66% dari sebelumnya 45,32%.
Kenaikan tersebut terjadi seiring bertambahnya jumlah saham free float yang diakui Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi 64,74 miliar saham dari sebelumnya 64,26 miliar saham. Sementara itu, jumlah saham tercatat Perseroan tetap sebanyak 141,78 miliar saham.
Selain peningkatan free float, jumlah investor BRMS juga terus bertambah. Tercatat jumlah pemegang saham yang memiliki Single Investor Identification (SID) meningkat menjadi 110.290 investor pada akhir Mei 2026, bertambah 212 SID dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 110.078 investor.
Dalam laporan tersebut, BRMS juga mengungkapkan struktur pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner). Nirwan Dermawan Bakrie tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate individual controller) Perseroan melalui kepemilikannya pada PT Bumi Resources Tbk yang menjadi pemegang saham langsung BRMS dengan porsi 20,09%.
Adapun sejumlah pemegang saham besar BRMS per akhir Mei 2026 masih didominasi oleh investor institusi. Emirates Tarian Global tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 25,10%, disusul GlasTrust (Singapore) sebesar 7,60%, Sugiman Halim sebesar 7,45%, dan PT CGS International sebesar 5,20%.
Di sisi lain, tidak terdapat saham treasuri yang dimiliki Perseroan maupun saham yang belum tercatat di Bursa. Jumlah saham yang dimiliki direksi dan komisaris juga relatif kecil dibandingkan total saham beredar.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan investor individu masih menjadi salah satu kelompok pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 17,07 miliar saham. Sementara investor institusi seperti dana pensiun, perusahaan efek, perusahaan swasta, hingga manajer investasi juga memiliki porsi kepemilikan yang signifikan.
Peningkatan free float menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa. Dengan free float yang semakin besar, ruang partisipasi investor publik dalam perdagangan saham BRMS juga menjadi lebih luas.


