back to top

Jadwal Terlewati, Rights Issue Jumbo CBRE Belum Ada Sinyal dari OJK, Kenapa?

Emitentrust.com – Rencana rights issue jumbo PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) hingga pertengahan Juni 2026 masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun jadwal pelaksanaan yang sebelumnya ditetapkan Perseroan telah terlewati.

Berdasarkan prospektus yang telah dipublikasikan, CBRE semula menargetkan periode perdagangan dan pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) berlangsung pada 4-10 Juni 2026. Namun hingga saat ini, Perseroan masih menunggu lampu hijau dari regulator sebelum dapat melanjutkan ke tahap penawaran kepada pemegang saham.

Sekretaris Perusahaan CBRE, Amanda Octania, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh proses rights issue masih berjalan sesuai tahapan dan Perseroan terus berkoordinasi dengan OJK.

“Rencana PMHMETD tetap berjalan dan berprogres. Saat ini dokumen masih dalam proses penelaahan oleh OJK dan kami terus berkoordinasi untuk memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku hingga diperolehnya pernyataan efektif,” ujar Amanda dalam keterangannya awal Juni 2026.

Dalam aksi korporasi tersebut, CBRE berencana menerbitkan sebanyak 12,76 miliar saham baru melalui mekanisme Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I).

Perseroan menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar Rp1,91 triliun dengan harga pelaksanaan rights issue berada di kisaran Rp100 hingga Rp150 per saham.

Berdasarkan skema yang telah diumumkan, setiap pemegang 90 saham lama yang tercatat pada tanggal pencatatan berhak memperoleh 253 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan.

Padahal Untuk memastikan keberhasilan aksi korporasi tersebut, CBRE telah menunjuk sejumlah standby buyer yang siap menyerap saham baru yang tidak diambil oleh pemegang HMETD. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah PT Gunanusa Utama Fabricators.

Selain Gunanusa, Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, dan Gabriel Rey juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue tersebut.

Manajemen menilai keterlibatan Gunanusa memberikan sentimen positif terhadap prospek ekspansi dan penguatan fundamental Perseroan.

Gunanusa sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor fabrikasi dan konstruksi energi serta saat ini terlibat dalam proyek strategis Hidayah Field Phase 1 Development Project milik Petronas di wilayah North Madura II.

Saat ini struktur pemegang saham CBRE masih didominasi oleh PT Omudas Investment Holdco dengan kepemilikan 61,13%, disusul PT Republik Capital Indonesia sebesar 11,30%.

Selain itu, sejumlah investor strategis juga disebut akan berpartisipasi melalui skema konversi pinjaman menjadi saham, termasuk Hilong Shipping Holding Limited dengan nilai sekitar Rp420 miliar.

Namun aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga sekitar 73,76% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam HMETD.

Sementara itu, saham CBRE ditutup menguat 4,51% ke level Rp695 per saham pada perdagangan 12 Juni 2026. Dalam sepekan terakhir saham Perseroan naik 2,96%, namun masih terkoreksi 27,9% dalam satu bulan dan turun 30,85% sejak awal tahun.

Artikel Terkait

Rugi OASA Susut 32%, Tapi Defisit Bengkak Nyaris Rp100 Miliar

Emitentrust.com - PT Mahakarsa Biru Energi Tbk (OASA) masih...

Market Cap Melejit 7,31%, IHSG Terbang 7,38% Dalam Sepekan

Kapitalisasi pasar (market capitalization) Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak 7,31% atau bertambah sekitar Rp717 triliun dalam sepekan menjadi Rp10.524 triliun pada perdagangan periode 8–12 Juni 2026.

Niramas (JELI) Gelar IPO, Pasang Harga Rp900 – 1.120 per Lembar

PT Niramas Utama Tbk (JELI), perusahaan pemilik merek dessert kelapa ternama INACO, resmi menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan menawarkan sebanyak 350 juta saham baru kepada publik atau setara 25,93% dari modal

Populer 7 Hari

Berita Terbaru