back to top

Market Cap BEI Tembus Rp10.788T, IHSG Menguat 2,82% dalam Sepekan

Emitentrust.com – Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat penguatan pada periode perdagangan 15–19 Juni 2026. Market cap BEI naik 2,51% menjadi Rp10.788 triliun dari Rp10.524 triliun pada pekan sebelumnya, seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG tercatat menguat signifikan sebesar 2,82% dan ditutup pada level 6.177,139, dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 6.007,656. Penguatan indeks ini menjadi salah satu pendorong utama kenaikan kapitalisasi pasar sepanjang pekan perdagangan.

Meski demikian, aktivitas transaksi harian justru menunjukkan pelemahan. Rata-rata nilai transaksi harian BEI turun tipis 1,02% menjadi Rp24,81 triliun, dibandingkan Rp25,06 triliun pada pekan sebelumnya.

Dari sisi volume, rata-rata transaksi harian juga terkoreksi 5,83% menjadi 34,03 miliar lembar saham, dari sebelumnya 36,14 miliar lembar saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian ikut menurun 10,33% menjadi 2,25 juta kali transaksi, dari 2,51 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Di sisi investor asing, tekanan jual masih berlanjut. Pada perdagangan terakhir, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,19 triliun. Secara akumulasi sejak awal 2026, investor asing telah membukukan net sell sebesar Rp68,25 triliun.

Artikel Terkait

IHSG Terjun 1,18% di Sesi I, Seluruh Sektor Kompak Merah!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,18% pada perdagangan sesi pertama Kamis (13/8/2026). Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review dan rebalancing indeks, yang turut memicu aksi jual di pasar saham Indonesia.

Direktur INPS Buang 35,2 Juta Saham Harga Diskon

Direktur PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), Jerry Erfansyah, mengurangi kepemilikan sahamnya di perseroan sebanyak 35,2 juta saham.

MSCI Coret GOTO, CPIN Turun Kelas, Mirae Ungkap Potensi Outflow Hingga Rp1T

Hasil MSCI August 2026 Index Review dinilai memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan perubahan indeks tersebut dapat memicu arus dana keluar hingga Rp1 triliun,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru