Emitentrust.com – PT Esa Medika Mandiri (EMMI) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan sebanyak 522,86 juta saham atau setara 30% dari modal ditematkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam masa bookbuilding, perseroan mematok harga saham di kisaran Rp446-Rp515 per saham.
Masa penawaran awal atau bookbuilding dimulai hari ini 22 Juni -24 Juni 2026.
EMMI berpotensi meraup dana segar hingga Rp269,27 miliar dari aksi korporasi ini. Perseroan juga mengalokasikan sebanyak 52,29 juta saham atau 10% dari saham yang ditawarkan untuk program Employee Stock Allocation (ESA) bagi karyawan.
Menariknya, menjelang IPO, EMMI mencatat lonjakan kinerja yang signifikan. Laba bersih perusahaan pada tahun 2025 melesat 188,22% menjadi Rp32,43 miliar dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp11,25 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan yang mencapai Rp454,63 miliar pada 2025 atau naik 18,1% dibandingkan Rp384,93 miliar pada tahun sebelumnya. EMMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, serta alat kedokteran untuk manusia.
Dari total dana IPO yang diperoleh, sekitar Rp50 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman perusahaan. Selain itu, sekitar 11,8% dana hasil IPO dialokasikan untuk pembangunan gedung pabrik di Cikupa sebagai bagian dari pengembangan usaha.
Sementara porsi terbesar atau sekitar 68,7% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk pembelian barang untuk proyek, pengadaan bahan baku, serta persediaan. Perseroan menyatakan apabila dana hasil IPO belum mencukupi, maka kebutuhan tambahan akan dipenuhi dari kas internal maupun pendanaan eksternal dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya.


