back to top

Baru Setahun Menjabat, Dua Komisaris DOOH Pilih Mundur, Kenapa?

Emitentrust.com – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengumumkan pengunduran diri dua anggota Dewan Komisaris, yakni Komisaris Utama Geger Nuryaman Maulana dan Komisaris Independen Leonardus Chrisbiantoro.

Direktur Utama DOOH Viktor Aritonang menyampaikan Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari keduanya yang efektif berlaku sejak 19 Juni 2026. Pengunduran diri tersebut juga telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan tahun 2026.

Sebagai informasi, Geger Nuryaman Maulana dan Leonardus Chrisbiantoro sebelumnya kembali diangkat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 12 Juni 2025.

Manajemen menjelaskan perubahan susunan Dewan Komisaris tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional maupun kondisi Perseroan. Perseroan juga memastikan pengunduran diri kedua komisaris tersebut tidak mempengaruhi aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Pada perdagangan hari ini Selasa (23/6) saham DOOH naik 2,38 persen ke level Rp129. Dalam sepekan DOOH drop 3,73 persen. Dalam sebulan anjlok 7,86 persen. Dalam 6 bulan tersungkur 60,19 persen dari harga Rp324 pada awal Januari 2026.

Artikel Terkait

IHSG Terjun 1,18% di Sesi I, Seluruh Sektor Kompak Merah!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,18% pada perdagangan sesi pertama Kamis (13/8/2026). Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengumumkan hasil review dan rebalancing indeks, yang turut memicu aksi jual di pasar saham Indonesia.

Direktur INPS Buang 35,2 Juta Saham Harga Diskon

Direktur PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), Jerry Erfansyah, mengurangi kepemilikan sahamnya di perseroan sebanyak 35,2 juta saham.

MSCI Coret GOTO, CPIN Turun Kelas, Mirae Ungkap Potensi Outflow Hingga Rp1T

Hasil MSCI August 2026 Index Review dinilai memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan perubahan indeks tersebut dapat memicu arus dana keluar hingga Rp1 triliun,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru