back to top

OMRE Masih Rugi! RUPST Putuskan Perpanjang Masa Jabatan Direksi

Emitentrust.com – PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 setelah Perseroan mencatatkan kerugian pada periode tersebut. Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Juni 2026.

Rapat yang dihadiri pemegang saham mewakili 2,76 miliar saham atau 93,66% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah tersebut menyetujui seluruh mata acara yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris.

Selain menyetujui tidak adanya pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, termasuk Laporan Direksi, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian.

RUPS juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025 sepanjang tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan.

Pada agenda pengangkatan pengurus, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan hingga penutupan RUPS Tahunan tahun 2028. Susunan Direksi terdiri dari Laura Rahardja sebagai Presiden Direktur, Sriyanto sebagai Wakil Presiden Direktur, serta Njudarsono Yusetijo, Syamsuddin Lologau, dan Chandraja Harita sebagai Direktur.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris terdiri dari Husni Ali sebagai Presiden Komisaris, Syahrul Effendi sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta Ris Sutarto, Gatot Subroto, dan Chiu Man Sing sebagai Komisaris. Perseroan juga menetapkan Ris Sutarto dan Gatot Subroto sebagai Komisaris Independen.

Selain itu, RUPS memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menentukan besaran gaji dan tunjangan Direksi, serta menetapkan honorarium dan tunjangan Dewan Komisaris dengan kenaikan maksimal 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemegang saham juga menyetujui penunjukan Akuntan Publik Independen untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) saham OMRE turun 2,36 persen ke level Rp1.035.

Sebagai informasi PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) sepanjang 2025 membukukan rugi bersih sebesar Rp183,5 miliar. Angka kerugian ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, di mana perusahaan mencetak rugi bersih sebesar Rp146,3 miliar.

Artikel Terkait

Duta Pertiwi (DUTI) Jadwalkan Dividen Rp888M, Yield Tembus 10,71%!

PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp888 miliar atau Rp480 per saham untuk tahun buku 2025. Berdasarkan harga penutupan saham DUTI di level Rp4.480

SUNI Bagi Dividen Rp25M, Catat Jadwal Cum Date-nya

PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp25 miliar atau Rp10,39 per saham untuk tahun buku 2025. Berdasarkan harga penutupan saham SUNI di level Rp630 per saham

BEI Klarifikasi Aturan Free Float IPO Rans Entertainmen (RANS)

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan terkait sorotan publik mengenai rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), khususnya mengenai porsi saham yang dilepas ke publik yang disebut hanya sekitar 20,02%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru