back to top

WOM Finance (WOMF) Tawarkan Obligasi Rp1T Bunga Hingga 7,65%

Emitentrust.com – PT WOM Finance Tbk (WOMF) menawarkan obligasi berkelanjutan VI tahap I tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp1 triliun.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Kamis (25/6) disebutkan bahwa nilai pokok obligasi sebesar Rp783,77 miliar dijamin seara kesanggupan penuh (full commitment) yang terdiri dari dua seri.

Seri A dengan jumlah pokok Rp782,59 miliar dengan bunga 7,50% per tahun dan jangka waktu 370 hari dan seri B dengan jumlah pokok Rp1,185 miliar dengan bunga 7,65% per tahun dan jangka waktu 3 tahun.

Sisa dari Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp216,22 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort). Pefindo memberikan peringkat idAAA untuk obligasi ini.

Penjamin pelaksana emisi BRIDanareksa sekuritas, KB Valbury sekuritas, Mandiri sekuritas, Maybank sekuritas Indonesia dan Trimegah sekuritas Indonesia serta wali amanat Bank BRI.

Adapun masa penawaran umum dilakukan pada 25 Juni 2026 dan tanggal penjatahan pada 26 Juni 2026 serta pencatatan di BEI pada 1 Juli 2026.

Artikel Terkait

Laba NANO Melejit 492%, Pendapatan Tembus Rp218M di Semester I-2026

PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,54 miliar pada semester I 2026, melonjak 492,4% dibandingkan Rp428,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merdeka Battery Materials (MBMA) Tawarkan Obligasi Rp2,33T, Bunga 9-10,5%, Ini Jadwalnya

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali menghimpun dana melalui pasar obligasi. Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 senilai Rp2,336 triliun.

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru