back to top

IPCM Jadwalkan Dividen Final Rp19,35 per Lembar, Yield 5,86%

Emitentrust.com – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) akan membagikan dividen tunai final sebesar Rp19,35 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Dengan mengacu pada harga penutupan saham IPCM di level Rp330 pada perdagangan Kamis (25/6/2026), dividen final tersebut menawarkan dividend yield sekitar 5,86%.

Berdasarkan keterbukaan informasi, total dana yang disiapkan Perseroan untuk pembayaran dividen final mencapai Rp102,26 miliar. Adapun cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 1 Juli 2026, ex dividen 2 Juli 2026, recording date 3 Juli 2026, dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 Juli 2026.

Sebelumnya, IPCM telah membayarkan dividen interim sebesar Rp4,40 per saham atau senilai Rp23,25 miliar. Dengan demikian, total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp23,75 per saham atau senilai Rp125,51 miliar.

Mengacu pada harga saham Rp330 per lembar, total dividen tersebut setara dengan dividend yield sekitar 7,20%, terdiri dari yield dividen interim sekitar 1,33% dan yield dividen final sekitar 5,86%.

Pembagian dividen tersebut didasarkan pada laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp196,44 miliar per 31 Desember 2025, dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp348,48 miliar dan total ekuitas mencapai Rp1,36 triliun.

Artikel Terkait

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Emas Antam Kamis ini naik Rp20.000 per Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (13/8/2026) kembali mengalami kenaikan. Harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.700.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.680.000 per gram.

GOTO Dikeluarkan MSCI, CPIN Turun Kasta ke Small Cap

Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok negara emerging market setelah menyelesaikan tinjauan tahunan 2026 untuk indeks MSCI Frontier Emerging Markets.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru