Emitentrust.com – PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp22,84 miliar. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Juni 2026.
Berdasarkan hasil RUPST, Perseroan mengalami kerugian tahun buku 2025 sebesar Rp22.842.029.190. Dengan kondisi tersebut, tidak terdapat penggunaan laba bersih yang dapat ditetapkan, sehingga Perseroan juga tidak melakukan pencadangan laba maupun pembagian dividen kepada pemegang saham.
Rapat yang dihadiri pemegang saham mewakili 1.308.798.600 saham atau 53,13% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah tersebut juga menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2025. Pemegang saham turut memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan sepanjang tercermin dalam laporan keuangan.
Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2026, sekaligus menetapkan honorarium dan persyaratan penunjukannya.
Dalam agenda lainnya, RUPS juga menyetujui pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan Direksi, serta honorarium Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Susunan pengurus Perseroan tidak mengalami perubahan, dengan Edi Hanafiah Kwanto tetap menjabat sebagai Direktur Utama dan Tjoa King Hoa sebagai Komisaris Utama.
Pada perdagangan hari ini Jumat (26/6) saham SLIS anjlok hingga ARB atau turun 6,45 persen ke level Rp102.


