back to top

SIG (SMGR) Resmi Bubarkan dan likuidasi Anak Usaha

Emitentrust.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG memutuskan membubarkan sekaligus melikuidasi anak usahanya, PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB), yang merupakan entitas dengan kepemilikan saham Perseroan sebesar 99,99%. Perseroan menegaskan langkah korporasi tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Dalam keterangannya Vita Mahreyni Sekretaris Perusahaan SIG , Jumat (26/6/2026), menyampaikan bahwa keputusan pembubaran dan likuidasi SIIB telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SIIB yang diselenggarakan pada 26 Juni 2026.

Selain menyetujui pembubaran yang berlaku efektif sejak tanggal keputusan RUPSLB, para pemegang saham juga menunjuk Deddy Irfandy sebagai Likuidator. Ia diberi kewenangan untuk melaksanakan seluruh tindakan yang diperlukan dalam proses pembubaran dan likuidasi SIIB sesuai Anggaran Dasar perusahaan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Vita menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Dengan demikian, aktivitas bisnis Semen Indonesia tetap berjalan normal setelah proses likuidasi anak usaha tersebut.

Keterbukaan informasi tersebut disampaikan Perseroan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan POJK Nomor 31/POJK.04/2015 sebagaimana telah diubah sebagian melalui POJK Nomor 45 Tahun 2024, serta Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E mengenai kewajiban penyampaian informasi.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Merah! Tapi BBCA dan BBRI Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (26/6/2026). IHSG merosot 102,90 poin atau 1,72% ke level 5.896,13 setelah bergerak di

Emiten Tommy Soeharto (GTSI) Restui Dividen Rp1 per Saham

PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp15,82 miliar atau Rp1 per saham kepada pemegang saham. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham

Primadaya Plastisindo (PDPP) Sepakati Dividen Tunai Rp6,91 Miliar

PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp6,91 miliar atau setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025 kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Juni 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru