Emitentrust.com – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berhasil membalikkan kinerja menjadi positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp130,3 miliar, berbalik dari rugi Rp71,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan keberhasilan perseroan menekan beban pokok penjualan.
Sepanjang Januari–Maret 2026, WMPP mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp287,7 miliar, meningkat 40,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor terbesar berasal dari segmen peternakan unggas (poultry) yang menyumbang 85,54% dari total pendapatan, disusul pengolahan daging (meat processing) sebesar 11,52%, peternakan sapi sebesar 1,96%, dan komoditas sebesar 0,99%.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, Perseroan juga membukukan laba kotor sebesar Rp3,2 miliar, melonjak 156,1% secara tahunan berkat perbaikan rasio beban pokok pendapatan. CEO WMPP, Tumiyono, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan serta didukung membaiknya prospek industri pangan, khususnya segmen unggas.
Menurutnya, meningkatnya permintaan protein hewani menjadi katalis positif bagi bisnis Perseroan. Berdasarkan data BPS yang diolah internal perusahaan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada 2026 diproyeksikan mencapai 986.170 ton atau naik sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara konsumsi daging ayam diperkirakan meningkat hampir 5% menjadi 4,99 juta ton, sehingga membuka peluang pertumbuhan penjualan bagi WMPP.
Selain membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba, kondisi keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan. Current ratio meningkat menjadi 1,4 kali pada kuartal I-2026 dari 0,7 kali pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil restrukturisasi kewajiban yang telah disepakati bersama seluruh kreditur.
Ke depan, WMPP akan melanjutkan strategi efisiensi, meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, serta memperkuat modal kerja melalui divestasi aset yang tidak produktif dan kerja sama dengan investor strategis. Di sisi lain, Perseroan bersama anak usahanya, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), juga tengah menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Melalui aksi tersebut, WMPP berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru, sedangkan WMUU akan menerbitkan maksimal 6 miliar saham baru. Dana hasil rights issue akan digunakan sebagai tambahan modal kerja guna mempercepat pertumbuhan usaha dan memperkuat daya saing Perseroan di industri pangan nasional.
Pada perdagangan hari ini Rabu (1/7) saham WMUU stagnan di level Rp50.
Pada perdagangan hari ini Rabu (1/7) saham WMPP di FCA naik 6,67 persen di level Rp16.


