Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terkait volatilitas perdagangan saham perseroan setelah mengalami tekanan cukup dalam sepanjang tahun ini.
Saham ENRG tercatat turun 11,02% dalam sepekan, merosot 26,5% dalam satu bulan, dan ambles sekitar 35,9% dalam enam bulan dari level Rp1.640 pada awal Januari 2026 menjadi Rp1.050 per saham. Pada perdagangan Kamis (2/7), saham ENRG ditutup menguat 0,98% ke level Rp1.050.
Menanggapi surat BEI, manajemen ENRG menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal. Perseroan juga menyatakan tidak terdapat informasi material selain yang telah lebih dahulu disampaikan kepada publik melalui keterbukaan informasi.
Selain itu, ENRG memastikan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan juga menyatakan belum terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham yang belum diungkapkan kepada publik.
Meski demikian, ENRG mengungkapkan masih memiliki sejumlah agenda aksi korporasi dalam waktu dekat. Perseroan akan melanjutkan rencana Penawaran Umum Terbatas kepada Pemegang Saham dalam rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV). Selain itu, ENRG juga berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap IV.
Terkait pemegang saham utama, ENRG menyampaikan berdasarkan konfirmasi yang diterima dari PT Shima Global Kapital dan PT Bakrie Kalila Investment, kedua pemegang saham tersebut tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan selain yang berkaitan dengan pelaksanaan PMHMETD IV. Perseroan menegaskan akan segera menyampaikan kepada BEI apabila terdapat informasi atau fakta material baru yang dapat memengaruhi harga saham maupun kegiatan usaha.


