back to top

Cucu Pendiri Astra Grup Borong Saham SRTG Harga Rp1.560 per Lembar

Emitentrust.com – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyampaikan bahwa Michael W P Soeryadjaya selaku Direktur Utama telah, menambah kepemilikan saham Perseroan sebanyak 219.300 saham melalui pelaksanaan Program Insentif Jangka Panjang (Long-Term Incentive/LTI).

Michael Soeryadjaya putra dari Edwin Soeryadjaya salah satu cucu dari pendiri Grup Astra yaitu almarhum William Soerjadjaja membeli saham SRTG harga pelaksanaan sebesar Rp1.560 per saham, nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp342,11 juta.

Mengacu pada laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan pada 3 Juli 2026, transaksi dilakukan pada 1 Juli 2026 dengan status kepemilikan tidak langsung. Jenis transaksi dalam laporan dikategorikan sebagai “lainnya”, bukan pembelian saham di pasar reguler.

Setelah pelaksanaan program insentif tersebut, kepemilikan Michael W P Soeryadjaya meningkat dari 5.410.800 saham atau 0,039% menjadi 5.630.100 saham atau 0,041% dari total saham dengan hak suara Perseroan.

Perseroan menjelaskan bahwa penambahan kepemilikan saham tersebut merupakan bagian dari Program Insentif Jangka Panjang Perseroan, sehingga bukan merupakan transaksi investasi biasa maupun transaksi repurchase agreement (repo).

Pada perdagangan hari ini Jumat (3/7) saham SRTG naik 1,31 persen ke level Rp1.550 per lembar.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru