back to top

Mirae Asset Soroti Saham TUGU, Kenapa!

Emitentrust.com – Prospek saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) kembali menjadi sorotan setelah Mirae Asset Sekuritas menilai perseroan memiliki fundamental yang kuat serta peluang pertumbuhan yang menarik di tengah konsolidasi industri asuransi nasional.

Dalam risetnya, Mirae Asset menyebut TUGU sebagai salah satu perusahaan asuransi umum terdepan di Indonesia dari sisi pangsa pasar, profitabilitas, hingga kualitas layanan. Perseroan saat ini berfokus pada penguatan portofolio bisnis, optimalisasi bisnis eksisting, pengembangan segmen ritel dan syariah, transformasi digital, peningkatan hasil investasi, serta penguatan manajemen risiko.

Mirae Asset menilai segmen ritel menjadi ruang pertumbuhan terbesar bagi TUGU. Saat ini kontribusi premi ritel masih di bawah 10%, namun perseroan menargetkan porsinya meningkat menjadi dua digit dalam jangka panjang melalui pengembangan produk asuransi kendaraan bermotor, perjalanan, kesehatan, syariah, serta penguatan platform digital.

Dari sisi industri, TUGU dinilai berada pada posisi yang menguntungkan menghadapi kebijakan peningkatan modal minimum perusahaan asuransi oleh OJK yang berlaku bertahap pada 2026–2028. Dengan permodalan yang kuat, TUGU dipandang memiliki peluang memperbesar pangsa pasar maupun mengakuisisi portofolio bisnis dari perusahaan asuransi yang memiliki modal lebih terbatas.

Prospek tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, insurance service result meningkat menjadi Rp1 triliun, sementara pendapatan investasi naik 61,1% secara tahunan menjadi Rp717 miliar. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham juga melonjak 77,1% menjadi Rp711 miliar, didorong oleh perbaikan underwriting, kenaikan hasil investasi, serta efisiensi operasional.

Mirae Asset juga mencatat implementasi PSAK 117 tidak mengurangi kekuatan neraca TUGU. Perseroan masih memiliki ekuitas konsolidasian di atas Rp10 triliun dan ekuitas induk lebih dari Rp5 triliun, sehingga dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis maupun memenuhi kewajiban klaim.

Dalam laporan risetnya, Mirae Asset menilai TUGU menawarkan kombinasi menarik berupa spesialisasi pada sektor energi, dukungan dari grup Pertamina, peringkat internasional AM Best, rasio solvabilitas (RBC) yang kuat, pendapatan investasi yang terus bertumbuh, serta potensi kenaikan valuasi dari rencana konsolidasi bisnis asuransi di lingkungan Danantara.

Di pasar saham, TUGU mencatat kenaikan 5,3% sepanjang pekan lalu dan ditutup di level Rp1.185 per saham. Kinerja tersebut mengungguli indeks sektor keuangan yang turun 2,8% maupun IHSG yang terkoreksi 4,5%. Penguatan saham terjadi setelah perseroan mengungkapkan keterlibatannya dalam penjajakan kajian konsolidasi atau streamlining bisnis asuransi di ekosistem Danantara yang diumumkan pada 23 Juni 2026.

Pada perdagangan hari ini Senin (6/7) saham TUGU turun 0,8 persen ke level Rp1.195.

Artikel Terkait

ROTI Ungkap Free Float 7,6%, Anthoni Salim dan Wendy Yap sebagai Pemilik Akhir

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan porsi saham free float sebesar 470,13 juta saham atau 7,6% dari total saham tercatat hingga akhir Juni 2026. Dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), perseroan juga mengungkap Anthoni Salim dan Wendy Yap

Investor Baru Asal Hongkong Tiba-Tiba Borong Saham DILD Rp281M, Ada Apa?

PT Intiland Development Tbk (DILD) kedatangan investor baru setelah Hope Diamond Management Ltd melaporkan pembelian 2.368.915.300 saham atau setara 22,85% kepemilikan di emiten properti tersebut.

Dua Emiten Baru Melantai Besok, Mana Lebih Menarik?

Dua emiten baru, yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI), akan resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Keduanya menjadi emiten kedua dan ketiga yang melantai di BEI sepanjang 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru