back to top

Masuk Watchlist S&P pada 2027, BEI Janji Perkuat Transparansi Pasar

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman S&P Dow Jones Indices yang menempatkan Pasar Modal Indonesia dalam watchlist untuk evaluasi klasifikasi pasar tahun 2027. Evaluasi tersebut membuka kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya telah mencermati pengumuman tersebut dan akan segera melakukan komunikasi serta diskusi secara konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices guna memahami secara lebih mendalam berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi.

Menurut Jeffrey, dialog tersebut penting untuk mendalami berbagai concern yang disampaikan S&P Dow Jones sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai indikator yang digunakan dalam penilaian klasifikasi pasar.

BEI juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta seluruh pemangku kepentingan pasar modal guna menjawab berbagai perhatian yang disampaikan lembaga penyedia indeks global tersebut.

“BEI akan menjalin komunikasi dan diskusi yang konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices terkait untuk mendalami concern yang disampaikan dan memahami berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut,” ujar Jeffrey.

Lebih lanjut, Bursa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi, integritas, serta kualitas pasar modal Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar pasar modal domestik tetap terselenggara secara wajar, teratur, efisien, dan mampu memenuhi standar yang diharapkan investor global.

Sebelumnya, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam watchlist untuk Market Classification Review 2027. Keputusan tersebut membuka peluang adanya perubahan klasifikasi pasar apabila berbagai aspek yang menjadi perhatian belum menunjukkan perbaikan pada saat evaluasi mendatang.

Artikel Terkait

Prima Multi Usaha (PMUI) Ungkap Simpan Dana IPO Rp114M di BRI

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 30 Juni 2026. Perseroan telah menggunakan Rp91,07 miliar untuk modal kerja

CUAN Catat Kenaikan Free Float Jadi 18,68% di Juni 2026

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melaporkan porsi saham publik (free float) meningkat menjadi 18,68% pada akhir Juni 2026 dari 18,58% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Prajogo Pangestu tetap tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO)

Saratoga (SRTG) Umumkan Pengunduran Diri Komisaris Joyce Soeryadjaya

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Joyce Soeryadjaya Kerr dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru