back to top

IHSG Ditutup Nyaris Tembus 6.000, Properti Jadi Motor Reli Bursa

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). IHSG naik 70,42 poin atau 1,19% ke level 5.986,49, didorong aksi beli yang terjadi hampir di seluruh sektor perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh level terendah 5.890 dan tertinggi 5.987 setelah dibuka pada posisi 5.916. Penguatan indeks terjadi seiring menguatnya 10 dari 11 indeks sektoral.

Sektor properti menjadi penggerak utama IHSG setelah melonjak 3,23%, diikuti sektor barang konsumen siklikal yang naik 1,70% dan sektor keuangan yang menguat 1,58%. Sementara itu, hanya sektor teknologi yang berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,54%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 21,92 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,19 triliun. Sebanyak 430 saham menguat, 212 saham melemah, sedangkan 141 saham ditutup stagnan.

Dari sisi pergerakan harga, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat kenaikan terbesar secara nominal setelah naik Rp925 menjadi Rp16.725 per saham. Disusul PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang menguat Rp900 menjadi Rp9.975 per saham dan PT Akasha Wira International Tbk (ADES) yang naik Rp650 menjadi Rp33.425 per saham.

Deretan top gainers dipimpin PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang melonjak 34,90% ke level 143, diikuti PT NTBK yang melesat 34,32% ke level 90, PT Landmark Enterprise Tbk (LAND) yang naik 34,61% ke level 70, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) yang menguat 29,62% ke level 70, serta PT Pikko Land Development Tbk (RODA) yang naik 28,84% ke level 67.

Di sisi lain, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp225 menjadi Rp6.675 per saham, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah Rp200 menjadi Rp6.725 per saham, dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) terkoreksi Rp145 menjadi Rp1.320 per saham.

Adapun top losers dipimpin COCO yang merosot 12,80% ke level 286, disusul TRUS yang turun 12,39% ke level 530, MMIX melemah 11,30% ke level 510, LAPD turun 10,25% ke level 70, dan IFSH yang terkoreksi 9,89% ke level 1.320.

Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin COCO dengan frekuensi transaksi mencapai 56.213 kali senilai Rp147 miliar. Posisi berikutnya ditempati NTBK sebanyak 51.029 kali transaksi senilai Rp102 miliar, serta BBRI sebanyak 48.345 kali transaksi dengan nilai Rp756 miliar.

Pada kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang melonjak 8,19%, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang naik 5,79%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 4,98%.

Sebaliknya, saham LQ45 yang mencatat pelemahan terdalam adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang turun 3,26%, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 2,89%, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang terkoreksi 2,52%.

Artikel Terkait

Indonesian Paradise Property (INPP) Jawab BEI Usai Harga Saham Rontok dan Transaksi Melonjak

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memberikan klarifikasi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas perdagangan yang disertai penurunan harga saham Perseroan. Manajemen menegaskan tidak

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham BAPA Mulai 8 Juli 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus untuk saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA). Perubahan status tersebut akan mulai berlaku efektif pada 8 Juli 2026.

Era Media (DOOH) Parkir Dana IPO Rp120,7M di Bank DKI

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengungkapkan bahwa masih menyimpan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Hingga laporan penggunaan dana per Juli 2026, Perseroan baru merealisasikan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru