back to top

Saham PRDL Langsung ARA 35% Saat Debut Perdana di BEI

Emitentrust.com – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mengawali debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan performa impresif. Pada perdagangan perdana, Kamis (9/7/2026), saham PRDL langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah melonjak 35% dari harga penawaran umum Rp120 menjadi Rp162 per saham.

Kenaikan tersebut turut mendongkrak kapitalisasi pasar PRDL menjadi sekitar Rp282 miliar, naik sekitar 34,83% dari posisi awal sebesar Rp209,15 miliar. Hingga pukul 09.15 WIB, saham PRDL membukukan nilai transaksi sekitar Rp24,57 juta dengan volume perdagangan 151,7 ribu saham.

Dalam penawaran umum perdana saham (IPO), emiten pemilik merek PROLINE itu melepas 522,9 juta saham atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO pada harga Rp120 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana sebesar Rp62,75 miliar. Perseroan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan turut mengalokasikan 25 juta saham untuk program Employee Stock Allocation (ESA).

Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi usaha. Sekitar Rp35,67 miliar dialokasikan untuk melunasi sebagian pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), sementara sekitar 28,18% digunakan untuk belanja modal, termasuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, perangkat lunak, relayout fasilitas produksi, serta penambahan laboratorium biomolekuler. Sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.

Cristina menambahkan, PROLINE telah berpengalaman memproduksi reagen kimia selama 14 tahun dan kini memiliki lebih dari 1.083 SKU yang menjangkau 38 provinsi, 370 kabupaten/kota, serta melayani lebih dari 7.600 pelanggan, termasuk sekitar 7.000 puskesmas dan 300 rumah sakit. Perseroan optimistis prospek industri alat kesehatan masih sangat besar, seiring alokasi anggaran kesehatan pemerintah sebesar Rp244 triliun pada 2026 dan target program skrining kesehatan bagi 140 juta penduduk.

Sebagai informasi, Penawaran Umum Perdana Saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mencatatkan antusiasme investor yang luar biasa.

Selama masa penawaran umum, IPO PRDL menerima 1.273.678 antrean pemesanan di sistem e-IPO dan mengalami oversubscription sebesar 709,93 kali dari porsi pooling, menjadikannya IPO dengan tingkat permintaan tertinggi di pasar modal Indonesia.

PRDL menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp120 per saham, yang merupakan batas atas kisaran harga pada masa bookbuilding. Melalui IPO ini, Perseroan menawarkan 522.900.000 saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum, sehingga berhasil menghimpun dana sekitar Rp62,75 miliar

Artikel Terkait

HUMI Lapor Free Float 15,08%, Tommy Soeharto Masih Jadi Pemilik Manfaat Akhir

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melaporkan porsi saham publik (free float) tetap berada di level 15,08% hingga akhir Juni 2026. Sementara itu, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto

Direktur AMMN Anthony Robert Tambah Kepemilikan 900 Ribu Saham Harga Pasar

Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Anthony Robert Mathias, menambah kepemilikan sahamnya di perseroan melalui aksi pembelian di pasar pada 8 Juli 2026.

Inti Fikasa Sekuritas Kembali Cicil Jual Saham BAPA di Pasar, Ada Apa?

PT Inti Fikasa Sekuritas kembali mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA). Kali ini sebanyak 100.000 saham pada 6 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru