back to top

Grup Bakrie (BRMS) Rogoh Eksplorasi US$3,57 Juta, Genjot Tambahan Cadangan Emas

Emitentrust.com – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) emiten tambang emas Grup Bakrie mengalokasikan dana sekitar US$3,57 juta untuk kegiatan eksplorasi di lima anak usahanya selama periode April–Juni 2026.

Dana tersebut digunakan untuk mempercepat program pengeboran, pemetaan geologi, pengambilan sampel, hingga berbagai pengujian geokimia dan metalurgi sebagai bagian dari upaya menambah sumber daya dan mendukung pengembangan proyek tambang.

Berdasarkan laporan aktivitas eksplorasi BRMS yang dilaporkan pada Jumat (10/7) disebutkan, belanja eksplorasi terbesar berasal dari PT Gorontalo Minerals senilai US$2,12 juta, disusul PT Citra Palu Minerals (US$762.196), PT Suma Heksa Sinergi (US$445.036), PT Linge Mineral Resources (US$217.834), dan PT Dairi Prima Mineral (US$22.307).

PT Citra Palu Minerals (CPM) melanjutkan program pengeboran sumber daya di Blok I Poboya, Sulawesi Tengah, dengan total akumulasi pengeboran mencapai 119.459,75 meter dari 601 titik bor. Perseroan juga melakukan pemetaan geologi di sejumlah blok eksplorasi serta mengirim ribuan sampel batuan dan tanah ke laboratorium untuk analisis geokimia. Pada triwulan tersebut, CPM menambah 13 titik bor dengan total kedalaman 4.385,9 meter dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, PT Gorontalo Minerals melanjutkan eksplorasi di Kompleks Cabang Kiri, Tombulilato, Gorontalo. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran sepanjang 27.837,8 meter melalui 37 lubang bor. Selain pengeboran sumber daya dan scout drilling, perusahaan juga melakukan studi geometalurgi, pemetaan geologi, serta mengirim lebih dari 11.900 sampel inti bor dan ribuan sampel batuan maupun tanah untuk analisis laboratorium.

Di Aceh, PT Linge Mineral Resources memfokuskan kegiatan pada studi geoteknik dan metalurgi di Prospek Bulan dan Bintang dalam Proyek Abong. Perusahaan juga mengirim lebih dari 4.700 sampel tanah, batuan, dan inti bor untuk analisis geokimia, termasuk pengujian metalurgi di laboratorium di China sebagai bagian dari persiapan menuju tahap operasi produksi.

Adapun PT Suma Heksa Sinergi melanjutkan eksplorasi di Proyek Kerta dengan total akumulasi pengeboran mencapai 12.648,9 meter dari 55 lubang bor. Kegiatan perusahaan mencakup pengeboran infill, delineasi mineralisasi, pemetaan geologi regional, pengambilan sampel batuan dan tanah, serta finalisasi studi metalurgi, geoteknik, dan geohidrologi.

Berbeda dengan anak usaha lainnya, PT Dairi Prima Mineral tidak melakukan kegiatan eksplorasi selama April–Juni 2026 karena Prospek Anjing Hitam telah memasuki tahap operasi produksi. Perseroan kini memfokuskan pengembangan Prospek Lae Jehe yang telah memasuki tahap pengeboran deliniasi sumber daya untuk meningkatkan klasifikasi sumber daya mineral menjadi kategori terukur dan tertunjuk.

Dalam laporan tersebut, BRMS juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan. Aktivitas penambangan tanpa izin (PETI) masih menjadi kendala di beberapa wilayah operasi, antara lain di proyek PT Citra Palu Minerals, PT Gorontalo Minerals, dan PT Linge Mineral Resources. Selain itu, PT Linge Mineral Resources masih menghadapi keterbatasan akses menuju area proyek akibat dampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh Tengah pada 2025, sementara PT Suma Heksa Sinergi menghadapi tumpang tindih lahan dengan proyek mikrohidro dan aktivitas penambangan andesit.

Ke depan, BRMS akan melanjutkan program pengeboran untuk menambah sumber daya mineral di sejumlah proyek utama, memperluas pemetaan geologi, melaksanakan survei geofisika, memperdalam studi metalurgi, serta mengurus berbagai perizinan guna mendukung pengembangan proyek-proyek tambang menuju tahap produksi.

Artikel Terkait

SCMA Sebut Free Float Bertahan 10,54%, EMTK Kuasai 74,42% Saham

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melaporkan struktur kepemilikan saham per akhir Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam keterbukaan informasi tersebut, perseroan mengungkapkan bahwa Eddy K. Sariaatmadja tetap

Kapitalisasi Pasar BEI Naik Jadi Rp10.340T dalam Sepekan

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) bertambah Rp53 triliun dalam sepekan menjadi Rp10.340 triliun pada penutupan perdagangan periode 6–10 Juli 2026, seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

ZATA Catat Laba dan Pendapatan Melonjak di Kuartal I-2026

PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,02 miliar pada kuartal I-2026, melonjak 33,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,00 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru