Emitentrust.com – PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga posisi terbaru. Dari total dana bersih IPO sebesar Rp200 miliar, Perseroan baru merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp72,28 miliar, sehingga masih menyisakan Rp127,72 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dana IPO yang masih tersisa tersebut ditempatkan dalam rekening giro dengan tingkat bunga 1,25% pada bank pihak ketiga.
Dari realisasi penggunaan dana, NATO telah menyalurkan Rp40 miliar sebagai pinjaman kepada entitas anak PT Mitra Graha Tangguhperkasa untuk pembelian tanah, pembangunan dan inventaris. Perseroan juga telah mengalokasikan Rp20 miliar kepada PT Mimpi Design untuk pelunasan utang bank serta Rp12,28 miliar kepada PT Roku Bali Internasional Indonesia sebagai modal kerja. Sementara itu, alokasi dana sebesar Rp120 miliar untuk modal kerja entitas anak Quantum Strategic Investments Pte Ltd belum direalisasikan.
Selain itu, Perseroan juga melaporkan penggunaan dana hasil konversi Waran Seri I (NATO-W). Dari penerbitan 2 miliar waran pada 18 Juli 2019, sebanyak 1.998.888.496 waran belum dikonversi. Hingga kini, dana hasil konversi waran yang berhasil dihimpun baru mencapai Rp8,89 juta, sehingga masih tersisa potensi dana sebesar Rp15,99 miliar yang belum terealisasi.
Laporan tersebut merupakan bentuk pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia terkait realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum dan konversi waran.


