back to top

RMKE Siap Perdagangkan Saham Stock Split 1:5 Mulai 17 Juli

Emitentrust.com – PT RMK Energy Tbk. (RMKE) resmi melaksanakan aksi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham turun dari Rp100 menjadi Rp20 per saham.

Manajemen RMKE menyampaikan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2026 telah menyetujui pelaksanaan stock split beserta perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan tersebut kemudian memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM melalui surat tertanggal 2 Juli 2026, sementara BEI memberikan persetujuan pencatatan saham tambahan hasil stock split pada 7 Juli 2026.

Dengan rasio 1 saham lama menjadi 5 saham baru, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh RMKE meningkat dari 4,375 miliar saham menjadi 21,875 miliar saham. Sementara itu, jumlah modal dasar Perseroan bertambah dari 14 miliar saham menjadi 70 miliar saham, tanpa mengubah nilai modal disetor.

Manajemen RMKE juga memperoleh kuasa dari pemegang saham untuk melaksanakan seluruh proses administratif terkait stock split, termasuk penyesuaian Anggaran Dasar dan pelaksanaan pencatatan saham sesuai ketentuan pasar modal.

Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan, perdagangan saham RMKE dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 16 Juli 2026, sedangkan perdagangan dengan nominal baru dimulai pada 17 Juli 2026.

Adapun recording date ditetapkan pada 20 Juli 2026, sementara distribusi saham hasil stock split kepada pemegang saham akan dilakukan pada 21 Juli 2026 melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pada perdagangan hari ini Senin (13/7) saham RMKE naik 5,21 persen ke level Rp2.220.

Artikel Terkait

BEI Ijinkan Saham AIMS Diperdagangkan Mulai Sesi II, Ini Alasannya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi II perdagangan Senin, 13 Juli 2026.

BEI Ungkap Fakta Terbaru Pasar Modal Indonesia

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tetap mempertahankan target memiliki lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030, meski kondisi pasar modal sepanjang 2026 masih dibayangi ketidakpastian global.

Rights Issue Jumbo Emiten Hapsoro (SINI) Mulai Digelar Besok!

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) dengan target menghimpun dana maksimal Rp3,6075 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru