Emitentrust.com- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sisa dana, rekening giro pada dua bank.
Berdasarkan laporan penggunaan dana kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), IPO RLCO yang efektif pada 8 Desember 2025 berhasil menghimpun dana sebesar Rp105 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi senilai Rp4,77 miliar, perseroan memperoleh dana bersih sebesar Rp100,23 miliar.
Hingga periode pelaporan, RLCO telah menggunakan dana sebesar Rp57,74 miliar. Realisasi tersebut terdiri atas Rp14 miliar untuk pembelian bahan baku dan Rp43,74 miliar sebagai penyertaan modal kepada entitas anak yang akan digunakan untuk pembelian bahan baku.
Adapun berdasarkan prospektus, perseroan mengalokasikan Rp56,23 miliar atau sekitar 56,1% dari dana bersih IPO untuk pembelian bahan baku, serta Rp44 miliar atau sekitar 43,9% sebagai setoran modal kepada entitas anak guna mendukung kebutuhan pembelian bahan baku.
Sementara itu, dana yang belum digunakan tercatat sebesar Rp42,49 miliar, dengan rincian Rp42,23 miliar ditempatkan pada rekening giro di PT IBK Bank Indonesia dan Rp260,37 juta ditempatkan pada rekening giro di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Seluruh penempatan dana tersebut tidak memperoleh bunga dan berada pada bank pihak ketiga.
Dalam proses IPO, RLCO mengeluarkan biaya emisi sebesar Rp4,77 miliar. Biaya terbesar berasal dari jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp1,71 miliar, diikuti biaya jasa penjualan (selling fee) Rp1,05 miliar, biaya penjaminan emisi (underwriting fee) Rp769,03 juta, biaya penyelenggaraan (management fee) Rp731 juta, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp90 juta, serta biaya lain-lain sebesar Rp421,58 juta.
Laporan penggunaan dana tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Ayu Amanda, sebagai bentuk pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada regulator dan para pemegang saham.


