Emitentrust.com – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp49,99 miliar atau sekitar 24,1% dari total dana bersih yang diperoleh perseroan. Sementara itu, sisa dana sebesar Rp157,07 miliar masih ditempatkan dalam deposito berjangka.
Berdasarkan laporan penggunaan dana kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7) disebutkan bahwa IPO COIN yang efektif pada 30 Juni 2025 menghimpun dana sebesar Rp220,59 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp13,53 miliar, perseroan memperoleh dana bersih senilai Rp207,06 miliar.
Sesuai prospektus, dana IPO dialokasikan sebesar 85% atau Rp176 miliar untuk modal kerja entitas anak CFX, sedangkan 15% atau Rp31,06 miliar dialokasikan sebagai modal kerja entitas anak ICC.
Hingga periode pelaporan, perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp39,99 miliar untuk modal kerja CFX dan Rp10 miliar untuk modal kerja ICC. Dengan demikian, total dana yang telah direalisasikan mencapai Rp49,99 miliar.
Adapun dana yang belum digunakan tercatat sebesar Rp157,07 miliar atau sekitar 75,9% dari dana bersih IPO. Dana tersebut ditempatkan dalam deposito berjangka tiga bulan di Bank JTrust dengan tingkat bunga 6,5% per tahun. Penempatan dilakukan pada bank pihak ketiga.
Untuk pelaksanaan IPO, COIN mengeluarkan biaya emisi sebesar Rp13,53 miliar. Komponen terbesar berasal dari biaya jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp8,86 miliar, diikuti biaya penjaminan emisi (underwriting fee) sebesar Rp2 miliar, serta biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung kepada proses emisi sebesar Rp2,68 miliar.
Laporan penggunaan dana tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Indira Indah Prameshwari, sebagai bentuk pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada regulator dan investor.


