Emitentrust.com – PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Panin Bank menghimpun dana sebesar Rp550 miliar dari dua penerbitan obligasi tersebut. Setelah dikurangi biaya emisi, perseroan memperoleh hasil realisasi bersih Rp542,69 miliar, terdiri dari:
Obligasi Berkelanjutan V Tahap I 2026 sebesar Rp493,505 miliar.
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap I 2026 sebesar Rp49,185 miliar.
Untuk obligasi reguler, Panin Bank menyatakan belum menggunakan seluruh dana sebesar Rp493,505 miliar karena penerbitannya berdekatan dengan periode pelaporan. Dana tersebut sementara ditempatkan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan imbal hasil sekitar 7,5% dan tenor 5–10 bulan.
Sementara itu, dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi telah terealisasi sebesar Rp44,477 miliar atau sekitar 90% dari hasil bersih. Dana tersebut digunakan sebagai modal kerja dan modal pelengkap (Tier 2) untuk mendukung ekspansi penyaluran kredit.
Adapun sisa dana obligasi subordinasi sebesar Rp4,708 miliar juga masih ditempatkan pada instrumen SRBI dengan imbal hasil 7,5%.
Sesuai prospektus, hasil penerbitan obligasi reguler akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja, terutama untuk pemberian kredit, sedangkan obligasi subordinasi ditujukan untuk memperkuat modal pelengkap (Tier 2) sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis kredit perseroan.


