back to top

Investor KOKA Lepas 379,1 Juta Saham Harga Super Murah, Ini Alasannya

Emitentrust.com – PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menyampaikan bahwa Kreatif Konstruksi Indonesia melakukan penjualan sebanyak 379.177.370 saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp9,48 miliar.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan pada 20 Juli 2026, transaksi dilakukan pada 15 Juli 2026 dengan harga Rp25 per saham.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Kreatif Konstruksi Indonesia di KOKA berkurang dari 708.180.000 saham atau setara 24,75% menjadi 329.002.630 saham atau 11,50% dari total saham dengan hak suara.

Berdasarkan perhitungan jumlah saham dan harga transaksi, nilai penjualan mencapai Rp9.479.434.250 atau sekitar Rp9,48 miliar.

KOKA menjelaskan bahwa tujuan penjualan saham tersebut adalah untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnis, sehingga dapat meningkatkan prospek pengembangan usaha di sektor konstruksi, khususnya konstruksi infrastruktur.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa transaksi dilakukan melalui kepemilikan langsung dan berkaitan dengan mekanisme repurchase agreement (repo).

Selain itu, Kreatif Konstruksi Indonesia menegaskan bahwa perusahaan bukan merupakan pihak pengendali PT Koka Indonesia Tbk sehingga transaksi ini tidak mengubah status pengendalian perseroan.

Pada perdagangan hari ini Senin (20/7) saham KOKA naik 11,93 persen ke level Rp244..

Artikel Terkait

AGAR Punya Pengendali Baru! 510 Juta Saham Berpindah ke Suprajitno Sutomo

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) mengumumkan telah terjadi perubahan pengendali setelah Suprajitno Sutomo resmi mengambil alih sebanyak 510 juta saham perseroan.

IHSG Ngebut 9 Hari Beruntun! DEWA Terbang, JGLE Ngegas ARA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren positifnya dengan mencatat reli selama sembilan hari perdagangan berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026), IHSG

BEI Jatuhkan Sanksi dan Peringatan Tertulis ke 85 Emiten

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan status penyampaian Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2026. Hingga batas waktu yang ditetapkan, masih terdapat 85 perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan/atau belum melunasi denda sehingga

Populer 7 Hari

Berita Terbaru