Emitentrust.com – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sebesar Rp87,66 miliar pada semester I-2026, dari posisi rugi bersih Rp491,66 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan perbaikan tersebut, penjualan bersih perseroan meningkat 8,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp4,35 triliun, dibandingkan Rp4,02 triliun pada semester I-2025.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan sekaligus membaiknya margin usaha. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp3,87 triliun dari Rp4,03 triliun, sehingga perseroan berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp482,52 miliar, berbalik dari rugi bruto Rp6,87 miliar pada semester I-2025.
Dalam laporan keuangan yang diterbitka pada Selasa (21/7) disebutkan bahwa, beban penjualan naik tipis menjadi Rp131,56 miliar dari Rp129,94 miliar, sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp95,88 miliar dari Rp93,70 miliar.
Salah satu faktor yang turut menopang kinerja adalah turunnya beban keuangan secara signifikan sebesar 47,2% menjadi Rp137,04 miliar dibandingkan Rp259,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, pendapatan keuangan meningkat menjadi Rp24,03 miliar dari Rp4,56 miliar.
Meski demikian, perseroan masih mencatat kerugian selisih kurs bersih sebesar Rp42,56 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp7,12 miliar pada semester I-2025.
Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak mencapai Rp112,28 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp478,96 miliar pada semester I-2025. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp24,62 miliar, FASW membukukan laba bersih Rp87,66 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga 30 Juni 2026 meningkat menjadi Rp12,43 triliun dari Rp12,23 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas naik tipis menjadi Rp6,60 triliun dari Rp6,49 triliun, sedangkan total ekuitas meningkat menjadi Rp5,83 triliun dari Rp5,74 triliun.
Sementara itu, pada laporan arus kas, aktivitas operasi masih mencatat arus kas negatif sebesar Rp37,62 miliar, namun membaik dibandingkan defisit Rp539,47 miliar pada semester I-2025. Kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp95,76 miliar.Pada perdagangan hari ini saham BCIC naik 1 persen ke level Rp126.


