back to top

BEI Jatuhkan Sanksi dan Peringatan Tertulis ke 85 Emiten

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan status penyampaian Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2026. Hingga batas waktu yang ditetapkan, masih terdapat 85 perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan/atau belum melunasi denda sehingga dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan Bursa.

Dalam pengumuman No. Peng-S-00023/BEI.PLP/07-2026 yang diterbitkan pada 21 Juli 2026, BEI merinci bahwa mayoritas emiten yang belum patuh dikenakan Peringatan Tertulis III disertai denda sebesar Rp150 juta.

Rincian sanksi

BEI mencatat terdapat:

1 emiten, yakni PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT), yang belum menyampaikan laporan keuangan interim hingga 30 Mei 2026 sekaligus mengubah rencana penyampaian laporan keuangan dari yang semula akan ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik menjadi tanpa laporan akuntan publik. Perseroan dikenakan Peringatan Tertulis I, Peringatan Tertulis II, denda Rp50 juta, serta tambahan Peringatan Tertulis II dan denda Rp25 juta atas inkonsistensi rencana penyampaian laporan.
80 emiten belum menyampaikan laporan keuangan interim dan/atau belum membayar denda hingga 29 Juni 2026, sehingga dikenakan Peringatan Tertulis III dan denda Rp150 juta.

Beberapa emiten yang masuk daftar tersebut antara lain:

PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
PT Indofarma Tbk (INAF)
PT Hillcon Tbk (HILL)
PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS)
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI)
PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)
PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS)
PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI)

Selain itu, terdapat pula emiten lain seperti AIMS, ALTO, ARKA, BIKA, BOSS, BTEL, COWL, ENVY, ETWA, GOLL, KRYA, LMAS, MREI, SMRU, TGRA, TOPS, TRUE, UNIT, ZATA, dan ZBRA yang turut dikenai sanksi.

Tiga emiten terlambat menyampaikan laporan keuangan audit

BEI juga mencatat terdapat tiga emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 yang diaudit oleh Akuntan Publik hingga 30 Juni 2026, yaitu:

PT Argo Pantes Tbk (ARGO)
PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS)
PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)

Ketiganya dikenakan Peringatan Tertulis I.

Ratusan efek tidak wajib menyampaikan laporan

Di sisi lain, BEI menyebut terdapat 155 efek/perusahaan tercatat yang tidak diwajibkan menyampaikan laporan keuangan interim periode tersebut. Kelompok ini terdiri dari:

5 emiten yang baru melantai di Bursa setelah 31 Maret 2026.
44 emiten yang tercatat di Papan Akselerasi, termasuk PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS).
51 penerbit obligasi dan/atau sukuk.
ETF, DIRE, EBA-KIK, Waran Terstruktur, serta efek lainnya sesuai ketentuan.

Sementara itu, sejumlah emiten dengan tahun buku berbeda maupun yang memiliki efek tercatat di luar negeri, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), tercatat telah memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan sesuai batas waktu yang berlaku.

BEI mengingatkan seluruh perusahaan tercatat untuk mematuhi kewajiban keterbukaan informasi, termasuk penyampaian laporan keuangan secara tepat waktu. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dinilai penting untuk menjaga transparansi, perlindungan investor, dan integritas pasar modal Indonesia.

Perusahaan Tercatat yang Mencatatkan Obligasi dan EBA-SP:

DJPU Pemerintah Republik Indonesia

SMFP PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Efek ETF:

R-ABFII Reksa Dana Asian Bond Fund – Indonesia Bond Index Fund

R-LQ45X Reksa Dana Premier ETF LQ-45

XBLQ Reksa Dana Batavia Smart Liquid ETF

XDIF Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40

XIHD Reksa Dana Premier ETF IDX High Dividend 20

XIIC Reksa Dana Premier ETF Indonesia Consumer

XIIF Reksa Dana Premier ETF Indonesia Financial
No. Kode Nama Perusahaan Tercatat

XIIT Reksadana Premier ETF IDX30

XIJI Reksa Dana Syariah Premier ETF JII

XIPI Reksa Dana Indeks Premier ETF PEFINDO i-Grade

XISB Reksa Dana Premier ETF Indonesia Sovereign Bonds

XISC Reksa Dana Premier ETF Indonesia State-Owned Companies

XISI Reksa Dana KIK Premier ETF SMinfra18

XISR Reksa Dana Premier ETF SRI-KEHATI

XPDV Reksa Dana Pinnacle Core High Dividend ETF

XPFT Reksa Dana Indeks Pinnacle FTSE Indonesia ETF

XPLQ Reksa Dana Pinnacle Enhanced Liquid ETF

XPSG Reksa Dana Pinnacle Indonesia ESG ETF

XSBC Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30

XBID Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF

XBIN Reksa Dana Indeks Bahana ETF Bisnis-27

XBSK Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF

XCLQ Reksa Dana Indeks Cipta ETF Index LQ45

XIID Reksa Dana Indeks Premier ETF Index IDX30

XILV Reksa Dana Indeks Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor
Index

XIML Reksa Dana Indeks Premier ETF MSCI Indonesia Large Cap

XKIV Reksa Dana Indeks KISI IDX Value 30 ETF

XKMS Reksa Dana Indeks KISI MSCI Indonesia ETF

XMIG Reksa Dana Indeks Majoris Pefindo I-Grade ETF Indonesia

XNVE Reksa Dana Indeks Nusadana ETF IDX Value30

XPTD Reksa Dana Indeks Panin ETF IDX30 Dinamis

XSSI Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII

XSSK Reksa Dana Indeks SAM ETF SRI-KEHATI

XBIG Reksa Dana Indeks BNP Paribas IDX Growth30 ETF

XCEG Reksa Dana Indeks Capital ETF IDX ESG Leaders

XIFE Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG

XIPB Reksa Dana Indeks Premier ETF IDX-Pefindo Prime Bank

XKID Reksa Dana Indeks KISI IDX30 ETF

XMGB Reksa Dana Majoris Government Bonds ETF Indonesia

XMLF Reksa Dana Indeks Mandiri ETF LQ45

XMSK Reksa Dana Indeks Mandiri ETF SRI-Kehati

XPIN Reksa Dana Indeks Bahana ETF Pefindo I-Grade

XRDN Reksa Dana Indo ETF RDN Kas Bertumbuh
Efek DIRE:

XCID DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia

XCIS DIRE Ciptadana Properti Perhotelan Padjajaran

XSPI Dana Investasi Real Estat Simas Plaza Indonesia
Efek KIK-EBA:

MGIA01 Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01 – Surat Berharga Hak Atas
Pendapatan Penjualan Tiket Kelas A

BJLB01 PT EBA Syariah BRIMI Jakarta Lingkar Baratsatu Kelas A
No. Kode Nama Perusahaan Tercatat
Efek Waran Terstruktur:

BQ PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia

DR PT RHB Sekuritas Indonesia

HD PT KGI Sekuritas Indonesia

YU PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia

ZP PT Maybank Sekuritas Indonesia
DJPPR:

Artikel Terkait

Pengendali WINR Makin Rajin Jual Jutaan Saham di FCA, Begini Alasannya

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk. (WINR), Pemenang Nusantara Internasional kembali melakukan penjualan sebanyak 1.592.400 saham di pasar.

Pemegang Saham POOL Tolak Auditor dan Tunda Perubahan Pengurus

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Juli 2026 dengan tingkat kehadiran pemegang saham yang mewakili 1,34 miliar saham atau sekitar 57,43% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

HYGN Ungkap Investor Asing Masuk, Borong 21 Juta Saham Harga Senyap

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adanya pembelian saham Perseroan oleh investor asing yang nilainya dikategorikan material.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru