Emitentrust.com – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp220,69 miliar pada semester I-2026. Raihan tersebut meningkat sekitar 8,1% dibandingkan laba bersih Rp204,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuanganARNA yang diterbitkan Senin (7/7) disebutkan, penjualan neto hingga 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,53 triliun, meningkat dari Rp1,42 triliun pada semester I-2025.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,05 triliun dari Rp985,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, laba kotor perseroan meningkat menjadi Rp478,23 miliar dibandingkan Rp437,58 miliar pada semester I-2025.
Di tingkat operasional, laba usaha Arwana Citramulia naik menjadi Rp290,21 miliar dari Rp263,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp288,35 miliar, meningkat dibandingkan Rp264,78 miliar pada semester I-2025. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp66,28 miliar, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp223,93 miliar, naik dari Rp206,65 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp32,07 per saham, dibandingkan Rp28,94 per saham pada semester I-2025.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp2,88 triliun, meningkat dari Rp2,78 triliun pada posisi 31 Desember 2025.
Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp1,07 triliun hingga akhir Juni 2026, naik dibandingkan Rp845,62 miliar pada akhir 2025. Adapun total ekuitas mencapai Rp1,82 triliun, turun dari Rp1,93 triliun pada akhir tahun lalu, terutama dipengaruhi pembagian dividen tunai dan pembelian kembali saham (treasury stock) selama periode berjalan.
Pada perdagangan hari ini Senin (20/7) saham ARNA stagnan ke level Rp462.


