Emitentrust.com – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp732,53 miliar pada semester I-2026, meningkat 18,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp616,94 miliar. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan melonjak 33,08% menjadi Rp1,77 triliun dari Rp1,33 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Kamis, pertumbuhan pendapatan diikuti kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp813,72 miliar, atau meningkat 50,88% dibandingkan Rp539,32 miliar pada semester I-2025.
Meski beban meningkat, DCI Indonesia tetap mencatatkan laba bruto sebesar Rp963,69 miliar, tumbuh 21,25% dari Rp794,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja operasional perseroan juga terus menguat. Laba usaha tercatat Rp882,86 miliar, naik 19,05% dari Rp741,61 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat 16,19% menjadi Rp814,49 miliar, dibandingkan Rp701,02 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp8,01 triliun per 30 Juni 2026, meningkat 20,63% dibandingkan posisi Rp6,64 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas naik 23,86% menjadi Rp3,27 triliun dari Rp2,64 triliun pada akhir tahun lalu.


