Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor Indeks LQ45 melalui Pengumuman No. Peng-00148/BEI.POP/07-2026 tertanggal 27 Juli 2026. Hasil evaluasi tersebut akan berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Dalam evaluasi kali ini, terdapat perubahan komposisi konstituen indeks. PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) resmi masuk sebagai anggota baru LQ45. Sebaliknya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) harus keluar dari indeks unggulan tersebut.
Selain perubahan konstituen, BEI juga melakukan penyesuaian jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks serta bobot masing-masing saham.
Saham dengan bobot terbesar di LQ45 masih ditempati BBCA, meski bobotnya turun dari 16,79% menjadi 15,00% akibat penerapan batas maksimal (15% cap). Posisi berikutnya ditempati BBRI yang bobotnya turun dari 13,71% menjadi 13,23%, kemudian BMRI justru naik dari 10,46% menjadi 10,91%.
Sementara itu, bobot TLKM juga mengalami penurunan cukup signifikan dari 8,14% menjadi 7,34%. Di sisi lain, sejumlah saham mencatat kenaikan bobot cukup besar, antara lain AMMN dari 3,84% menjadi 4,82%, ASII dari 5,87% menjadi 6,10%, BUMI dari 1,86% menjadi 2,04%, MDKA dari 2,15% menjadi 2,25%, serta BRPT dari 2,96% menjadi 3,13%.
Beberapa emiten lainnya juga mengalami kenaikan bobot, seperti ADMR (0,50% menjadi 0,53%), AMRT (1,59% menjadi 1,66%), ANTM (1,70% menjadi 1,79%), BBNI (3,42% menjadi 3,56%), CPIN (1,22% menjadi 1,28%), CUAN (0,84% menjadi 1,10%), GOTO (2,69% menjadi 2,77%), INDF (1,94% menjadi 2,03%), PGAS (1,07% menjadi 1,12%), dan PTBA (0,61% menjadi 0,64%).
Adapun saham yang mengalami penurunan bobot selain BBCA, BBRI, dan TLKM antara lain ADRO (1,40% menjadi 1,34%), DEWA (0,79% menjadi 0,66%), EMTK (0,58% menjadi 0,51%), serta MEDC (0,56% menjadi 0,53%).
Dua anggota baru LQ45, yakni INDY dan NCKL, langsung memperoleh bobot masing-masing 0,25% dan 0,46% dalam indeks.
BEI menjelaskan bahwa jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks masih dapat disesuaikan pada tanggal efektif apabila sebelum periode tersebut terjadi aksi korporasi, seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, maupun dividen saham.
Evaluasi mayor LQ45 dilakukan secara berkala untuk memastikan indeks tetap merepresentasikan saham-saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta fundamental yang memenuhi kriteria BEI. Perubahan komposisi maupun bobot indeks ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi aliran dana dari reksa dana indeks maupun investor institusi yang menjadikan LQ45 sebagai acuan investasi.


