Emitentrust.com – PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp94,27 miliar pada semester I-2026, turun 12,40% dibandingkan Rp107,61 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, pendapatan neto perseroan meningkat 3,64% menjadi Rp1,37 triliun dari Rp1,33 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, beban pokok pendapatan naik 6,70% menjadi Rp995,56 miliar dari Rp933,05 miliar pada semester I-2025. Akibatnya, laba bruto turun 3,64% menjadi Rp378,98 miliar dibandingkan Rp393,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, laba usaha tercatat sebesar Rp131,52 miliar, turun 10,03% dari Rp146,17 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan turun 12,80% menjadi Rp124,44 miliar dari Rp142,71 miliar. Secara konsolidasi, laba neto tahun berjalan turun 13,32% menjadi Rp104,67 miliar dibandingkan Rp120,76 miliar pada semester I-2025.
Pada posisi keuangan, total aset meningkat tipis 0,13% menjadi Rp3,36 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp3,36 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas naik 0,71% menjadi Rp911,77 miliar dari Rp905,37 miliar, sedangkan total ekuitas turun tipis 0,08% menjadi Rp2,45 triliun dari Rp2,45 triliun pada akhir tahun lalu.
Meski laba menurun, arus kas operasional menunjukkan perbaikan signifikan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi melonjak menjadi Rp301,98 miliar, meningkat sekitar 316,84% dibandingkan Rp72,44 miliar pada semester I-2025. Kenaikan tersebut turut mendorong kas dan setara kas meningkat menjadi Rp213,26 miliar pada akhir Juni 2026 dari Rp115,11 miliar pada awal tahun.
Selama semester pertama 2026, perseroan juga membayarkan dividen sebesar Rp94,5 miliar kepada pemegang saham. Kendati profitabilitas mengalami penurunan akibat kenaikan beban pokok dan beban operasional, posisi likuiditas Surya Pertiwi tetap menguat dengan lonjakan kas yang signifikan.


