Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi I, Kamis (30/7/2026). IHSG naik 56,57 poin atau 0,93% ke level 6.147,96, didorong aksi beli yang mengangkat mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penguatan IHSG ditopang oleh sembilan dari 11 indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor barang konsumen non-siklikal menjadi motor utama penguatan setelah melonjak 1,59%, diikuti sektor properti yang naik 1,54%, serta barang konsumen siklikal yang menguat 1,34%.
Sementara itu, hanya dua sektor yang masih berada di zona merah, yakni sektor kesehatan yang melemah 0,26% dan sektor perindustrian yang turun 0,15%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total volume mencapai 14,19 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp6,51 triliun. Sebanyak 468 saham menguat, 167 saham melemah, dan 148 saham ditutup stagnan, mencerminkan dominasi aksi beli sepanjang sesi pertama.
Dari sisi pergerakan harga, GGRM menjadi saham dengan kenaikan nominal terbesar setelah melonjak Rp700 menjadi Rp19.075 per saham. Disusul PGUN yang naik Rp375 ke Rp7.650, serta AALI yang menguat Rp350 menjadi Rp6.850 per saham.
Sebaliknya, UNTR memimpin pelemahan nominal setelah turun Rp850 menjadi Rp23.650 per saham. Selanjutnya ADES melemah Rp800 ke Rp37.000, sedangkan BLUE terkoreksi Rp210 menjadi Rp2.550 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, TPIA menjadi saham teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 56.071 kali senilai Rp855 miliar. Posisi berikutnya ditempati KOTA dengan 29.441 kali transaksi senilai Rp86 miliar, disusul MDIA sebanyak 29.253 kali transaksi senilai Rp107 miliar.
Pada indeks LQ45, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi top gainer setelah melonjak 5,60%. Disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 3,83%, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 3,33%.
Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi top loser LQ45 setelah turun 3,06%. Pelemahan juga dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 1,52%, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang terkoreksi 1,22%.


