Emitentrust.com – PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026, meningkat 4,48% dibandingkan Rp1,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ditopang oleh penurunan beban pencadangan kerugian kredit (CKPN) serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp6,10 triliun, turun tipis 0,61% dibandingkan Rp6,14 triliun pada semester I-2025. Penurunan dipicu oleh pendapatan bunga yang turun 7,81% menjadi Rp6,84 triliun dari Rp7,42 triliun, serta pendapatan syariah yang melemah 19,85% menjadi Rp937,64 miliar dari Rp1,17 triliun. Akibatnya, pendapatan bunga dan syariah bersih (net interest and sharia income) turun 4,12% menjadi Rp4,84 triliun.
Di sisi lain, pendapatan provisi dan komisi bersih meningkat 19,20% menjadi Rp780,69 miliar dari Rp654,96 miliar. Pendapatan transaksi perdagangan juga naik 19,35% menjadi Rp201,10 miliar, sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 21,05% menjadi Rp108,05 miliar.
Perseroan berhasil menekan kerugian penurunan nilai aset keuangan (CKPN) sebesar 24,99% menjadi Rp795,23 miliar dibandingkan Rp1,06 triliun pada semester I-2025. Walaupun beban operasional lainnya meningkat 4,47% menjadi Rp3,09 triliun, total beban operasional justru turun 3,30% menjadi Rp3,88 triliun.
Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak naik 4,48% menjadi Rp2,22 triliun dari Rp2,12 triliun pada semester I-2025. Setelah membukukan beban pajak sebesar Rp500,68 miliar, Bank Permata berhasil mencatatkan laba bersih Rp1,72 triliun.
Namun demikian, laba komprehensif turun tajam menjadi Rp564,32 miliar, merosot 72,65% dibandingkan Rp2,06 triliun pada semester I-2025. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh rugi yang belum direalisasi atas efek investasi yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI), sehingga penghasilan komprehensif lain berubah menjadi rugi Rp1,15 triliun dari sebelumnya laba Rp418,25 miliar.
Dari sisi neraca, total aset Bank Permata meningkat 1,60% menjadi Rp272,63 triliun per 30 Juni 2026 dibandingkan Rp268,34 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas turun 1,52% menjadi Rp45,15 triliun dari Rp45,85 triliun, seiring pembagian dividen sebesar Rp1,27 triliun dan pelemahan cadangan nilai wajar investasi.
Pada arus kas, kas dan setara kas meningkat 3,28% menjadi Rp22,81 triliun pada akhir Juni 2026 dari Rp22,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Aktivitas investasi menghasilkan arus kas positif Rp4,59 triliun, sedangkan aktivitas pendanaan juga mencatat arus kas positif Rp7,35 triliun. Sebaliknya, aktivitas operasi membukukan arus kas negatif sebesar Rp9,95 triliun, terutama dipengaruhi peningkatan penyaluran kredit dan perubahan komposisi dana pihak ketiga.


