back to top

PRDA Catat Laba Semester I Naik 11,4%, Pendapatan Cetak Rekor Empat Tahun

Emitentrust.com – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan laba bersih sebesar Rp77,6 miliar pada Semester I 2026 atau tumbuh 11,4% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan meningkat 8,5% YoY menjadi Rp1,11 triliun, sekaligus menjadi capaian pendapatan Semester I tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh kenaikan jumlah kunjungan (visit) sebesar 9,7% YoY, dengan penjualan tes esoterik menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan. Selain itu, seluruh segmen pelanggan mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, hingga klien korporasi.

Berdasarkan siaran pers perseroan, Kamis (30/7), hingga Juni 2026 Prodia telah melayani hampir 10 juta tes. Pertumbuhan penjualan tes esoterik yang lebih tinggi mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan diagnostik yang lebih presisi dan berbasis teknologi. Sementara itu, pertumbuhan tes medis rutin, vaksinasi, dan konsultasi dokter menunjukkan kepercayaan pelanggan yang terus meningkat terhadap layanan kesehatan Prodia.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan naik 7,1% YoY menjadi Rp216,3 miliar, mencerminkan efektivitas strategi operasional serta efisiensi bisnis yang dijalankan. Pengelolaan biaya yang disiplin turut menopang peningkatan profitabilitas perusahaan.

Dari sisi neraca, total aset Prodia tercatat sebesar Rp2,64 triliun, terkoreksi tipis 2,0% YoY, dengan aset lancar mencapai Rp994,8 miliar dan aset tidak lancar Rp1,64 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp301 miliar dan ekuitas mencapai Rp2,34 triliun, yang mencerminkan struktur permodalan tetap kuat.

Perseroan juga membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar, sedangkan arus kas investasi sebesar Rp86,2 miliar digunakan untuk pengembangan aset, peningkatan kapasitas operasional, serta penguatan ekosistem layanan diagnostik dan inovasi kesehatan.

President Director Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan Semester I 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, perseroan akan terus menjalankan strategi Value-Driven Growth melalui inovasi layanan, perluasan akses kesehatan, serta penguatan ekosistem layanan yang terintegrasi.

Pada Semester II 2026, Prodia akan mengandalkan sejumlah sumber pertumbuhan baru, di antaranya Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, dan Stemcell Clinic by Prodia. Perseroan juga akan terus memperkuat bisnis inti melalui peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta perluasan kemitraan strategis, termasuk dengan mitra internasional.

Sementara itu, Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia, menyatakan pertumbuhan kinerja pada Semester I 2026 menunjukkan kualitas laba yang semakin baik. Perseroan akan terus menjaga disiplin biaya, memperkuat bauran produk (product mix), serta meningkatkan produktivitas aset guna mempertahankan momentum profitabilitas.

Menurut Marina, kondisi likuiditas yang sehat, struktur permodalan yang kuat, serta arus kas operasi yang positif memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan keuangan di tengah dinamika industri.

Di luar kinerja keuangan, Prodia juga memperkuat implementasi strategi keberlanjutan melalui empat pilar PRO-D-I-A. Perseroan mempertahankan akreditasi College of American Pathologists (CAP) sejak 2012, meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance pada Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026, serta Top CSR Awards 2026.

Sepanjang kuartal II 2026, Prodia juga memperluas layanan melalui pembukaan lokasi baru Prodia Women’s Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Jakarta, meresmikan Stemcell Clinic by Prodia, menghadirkan layanan My HPV-Test bersama Roche Diagnostics, serta meluncurkan fitur pembayaran digital U-aang U by Prodia powered by blu untuk meningkatkan kemudahan akses layanan kesehatan.

Artikel Terkait

Bank Raya (AGRO) Ungkap Inovasi Digital Dongkrak Pertumbuhan Bisnis Kuartal II-2026

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), kembali membukukan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal II/2026 seiring dengan pertumbuhan bisnis digital yang semakin menguat. Pada Kuartal II/2026, Bank Raya berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar.

MNC Asia (BHIT) Hengkang dari MNC Energy Investments (IATA), 5,74% Saham Dilepas Habis

PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan tertanggal 30 Juli 2026.

Pendapatan Tembus Rp4,65T, Laba MDIY Naik Double Digit di Semester I-2026

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp590,7 miliar pada Semester I 2026, meningkat 16,4% secara tahunan (year-on-year/YoY)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru