Emitentrust.com – PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) berhasil menekan kerugian bersih sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,47 miliar, membaik 22,28% dibandingkan rugi bersih semester I-2025 sebesar Rp3,18 miliar.
Secara konsolidasian, rugi komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menyusut menjadi Rp2,43 miliar, dibandingkan rugi komprehensif sebesar Rp3,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan. Penjualan dan pendapatan Perseroan meningkat signifikan menjadi Rp1,04 miliar, atau melonjak 245,35% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp300,60 juta.
Di sisi lain, beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,00 miliar dari Rp720,29 juta pada periode yang sama tahun lalu atau meningkat 39,23%. Meski demikian, Perseroan berhasil membalikkan kondisi laba kotor menjadi positif sebesar Rp35,06 juta, dibandingkan rugi kotor Rp419,69 juta pada semester I-2025.
Beban administrasi dan umum berhasil ditekan menjadi Rp2,38 miliar, turun 7,45% dibandingkan Rp2,57 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut membuat rugi usaha menyusut menjadi Rp2,34 miliar, membaik 21,63% dibandingkan rugi usaha Rp2,99 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi pendapatan dan beban lain-lain, pendapatan keuangan turun 6,71% menjadi Rp120,86 juta, sementara beban bunga dan keuangan lainnya naik 3,14% menjadi Rp233,82 juta. Akibatnya, rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp2,45 miliar, membaik 20,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga 30 Juni 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp128,42 miliar, turun 1,17% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp129,94 miliar.
Aset lancar turun 2,83% menjadi Rp23,82 miliar, sedangkan aset tidak lancar berkurang 0,78% menjadi Rp104,61 miliar.
Total liabilitas meningkat menjadi Rp15,70 miliar, naik 6,19% dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp14,78 miliar. Kenaikan terutama berasal dari utang lain-lain yang meningkat 32,60% menjadi Rp6,93 miliar.
Sementara itu, total ekuitas turun 2,11% menjadi Rp112,72 miliar dari sebelumnya Rp115,16 miliar, seiring masih dibukukannya rugi bersih selama periode berjalan.
Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas turun signifikan menjadi Rp242,89 juta pada akhir Juni 2026, atau merosot 72,29% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp876,70 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,20 miliar, lebih besar dibandingkan penggunaan kas operasi sebesar Rp1,14 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, aktivitas investasi menghasilkan arus kas bersih sebesar Rp491,07 juta, sedangkan aktivitas pendanaan memberikan tambahan kas sebesar Rp70,97 juta.


