Emitentrust.com – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membukukan laba bersih sebesar Rp20,38 miliar pada Semester I 2026, meningkat 13,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,97 miliar. Kenaikan laba terjadi meski pertumbuhan penjualan relatif terbatas, yakni 0,4% YoY menjadi Rp272,01 miliar dari Rp270,95 miliar.
Peningkatan laba didukung oleh penurunan sejumlah pos beban operasional dan beban keuangan. Beban pemasaran turun 39,6% YoY menjadi Rp1,18 miliar, beban umum dan administrasi berkurang 16,4% YoY menjadi Rp13,33 miliar, sementara beban pendanaan menyusut 5,8% YoY menjadi Rp18,85 miliar.
Di sisi lain, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp26,01 miliar, naik tipis 0,8% YoY dari Rp25,80 miliar. Beban pajak penghasilan juga turun menjadi Rp5,63 miliar dari Rp5,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski penjualan meningkat, margin laba kotor mengalami tekanan. Laba kotor turun 4,8% YoY menjadi Rp61,10 miliar, seiring kenaikan beban pokok penjualan sebesar 2,0% YoY menjadi Rp210,91 miliar. Akibatnya, margin laba kotor menyusut menjadi sekitar 22,5% dari 23,7% pada Semester I 2025.
Hingga akhir Juni 2026, total aset perseroan mencapai Rp835,82 miliar, meningkat sekitar 3,2% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp809,76 miliar. Kenaikan aset terutama ditopang oleh peningkatan piutang usaha pihak ketiga dan nilai persediaan.
Total persediaan naik menjadi Rp304,41 miliar dari Rp281,32 miliar pada akhir tahun lalu, sedangkan piutang usaha kepada pihak ketiga meningkat menjadi Rp249,30 miliar dari Rp189,34 miliar.
Di sisi neraca, total liabilitas tercatat Rp510,10 miliar, naik tipis dari Rp504,42 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi Rp325,72 miliar dari Rp305,34 miliar seiring bertambahnya saldo laba.
Dari sisi arus kas, aktivitas operasional masih mencatat arus kas negatif sebesar Rp50,25 miliar, lebih besar dibandingkan defisit Rp27,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pembayaran kepada pemasok, operasional, dan pajak.
Sementara itu, kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp65,77 miliar, turun dari Rp112,78 miliar pada akhir Desember 2025, seiring penggunaan kas untuk kebutuhan operasional dan investasi, termasuk perolehan aset tidak berwujud.


