Emitentrust.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyampaikan bahwa kuasi reorganisasi yang dilakukan anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), tidak mengubah jumlah maupun persentase kepemilikan saham Perseroan di GMFI.
Dalam keterangannya Jumat (31/7) manajemen GIAA menjelaskan bahwa GMFI telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Juli 2026 untuk melaksanakan kuasi reorganisasi melalui penurunan nilai nominal saham. Ringkasan risalah RUPS tersebut disampaikan GMFI pada 30 Juli 2026.
Sebelum aksi korporasi tersebut, Garuda memiliki 20,15% saham Seri A atau sebanyak 25,16 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham serta 7,28% saham Seri B atau sekitar 9,09 miliar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham. Total nilai nominal kepemilikan Garuda di GMFI mencapai sekitar Rp2,74 triliun.
Setelah kuasi reorganisasi disetujui dan nilai nominal seluruh saham GMFI diturunkan menjadi Rp19 per saham, jumlah lembar saham maupun persentase kepemilikan Garuda tetap tidak berubah. Namun, nilai nominal kepemilikan Perseroan mengalami penyesuaian.
Nilai nominal saham Seri A milik Garuda turun dari sekitar Rp2,52 triliun menjadi Rp477,97 miliar, sedangkan nilai nominal saham Seri B berkurang dari sekitar Rp227,33 miliar menjadi Rp172,77 miliar.
Meski terjadi perubahan nilai nominal saham, Garuda menegaskan aksi korporasi tersebut tidak berdampak terhadap pencatatan laporan keuangan konsolidasian Perseroan maupun pengendalian Garuda atas GMFI.
Perseroan juga memastikan kuasi reorganisasi tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional. Seluruh aktivitas operasional Garuda maupun GMFI tetap berjalan normal.
Kuasi reorganisasi merupakan langkah penyehatan struktur ekuitas perusahaan dengan menghapus akumulasi defisit secara akuntansi tanpa mengubah aktivitas operasional maupun struktur kepemilikan. Dalam kasus GMFI, aksi ini juga diikuti dengan penurunan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor melalui penyesuaian nilai nominal saham.


