Emitentrust.com – PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pengalihan 1 miliar saham milik pemegang saham pengendali, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA). Perseroan menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material yang menjadi penyebab volatilitas perdagangan saham MDIA.
Dalam surat penjelasan Nomor 0035/CORSEC/MDIA/VIII/2026, manajemen MDIA menyampaikan bahwa sepanjang pengetahuan Perseroan tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-E.
Meski demikian, MDIA mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari VIVA pada 31 Juli 2026, telah terjadi pengalihan 1.000.000.000 saham MDIA milik VIVA. Transaksi tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan hak atas jaminan gadai saham untuk menutup kekurangan pembayaran angsuran pinjaman salah satu entitas anak VIVA kepada krediturnya.
Akibat transaksi tersebut, kepemilikan VIVA di MDIA berkurang dari 32.658.863.400 saham atau 83,28% menjadi 31.658.863.400 saham atau 80,73%. Kendati demikian, VIVA tetap berstatus sebagai pemegang saham pengendali Perseroan.
MDIA juga menegaskan hingga saat ini Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham di Bursa dalam tiga bulan ke depan.
Selain itu, Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi, fakta, atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Terkait rencana pemegang saham utama, MDIA menyampaikan bahwa berdasarkan konfirmasi dari VIVA, belum terdapat rencana untuk mengambil keputusan atau tindakan terkait perubahan kepemilikan saham di Perseroan. Pemegang saham pengendali disebut tetap akan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan.
Pada perdagangan hari ini Selasa (4/8) saham MDIA naik 6,9 persen ke level Rp216 per lembar.


