back to top

Laba RMKE Melonjak 86%, Pendapatan Melesat 177% di Semester I-2026

Emitentrust.com – PT RMK Energy Tbk. (RMKE) membukukan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026. Emiten jasa logistik batu bara terintegrasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp163,1 miliar, melonjak 86,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring lonjakan pendapatan yang mencapai Rp1,6 triliun atau tumbuh 176,7% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kenaikan pendapatan ditopang oleh pertumbuhan dua lini usaha utama Perseroan, yakni segmen penjualan batu bara yang menyumbang 72,1% dari total pendapatan serta segmen jasa batu bara sebesar 27,9%.

Pada segmen penjualan batu bara, RMKE mencatat volume penjualan mencapai 1,7 juta ton, melonjak 302,3% YoY. Selain didorong peningkatan volume, pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 15,1% YoY, sejalan dengan meningkatnya permintaan batu bara sepanjang semester pertama tahun ini.

Sementara itu, bisnis jasa logistik juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Volume hauling meningkat 424,9% YoY menjadi 1,4 juta ton, yang kemudian mendorong volume muatan barge mencapai 3,2 juta ton.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mengerek profitabilitas Perseroan. Pada kuartal II-2026 saja, laba bersih RMKE melonjak 197,7% YoY menjadi Rp107,3 miliar. Dari sisi kontribusi laba usaha, segmen jasa batu bara menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 63,7%, sementara segmen penjualan batu bara berkontribusi 36,3%.

Selain mencatatkan pertumbuhan laba, RMKE juga mampu menjaga kualitas fundamental keuangannya. Arus kas dari aktivitas operasional meningkat 62,8% YoY menjadi Rp140,3 miliar, sedangkan struktur permodalan tetap sehat dengan rasio debt-to-equity ratio (DER) berada di level 0,55 kali.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra, mengatakan segmen jasa memberikan kontribusi laba dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan bisnis penjualan batu bara karena memiliki operating leverage yang kuat. Namun demikian, kedua lini usaha tersebut saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan Perseroan.

“Pertumbuhan volume jasa secara langsung mendorong peningkatan volume penjualan batu bara, karena volume jasa yang lebih baik memungkinkan Perseroan menjual batu bara dalam volume yang lebih besar. Hubungan yang saling menguatkan ini memperkuat basis laba RMKE secara keseluruhan,” ujar Vincent.

Memasuki semester II-2026, Perseroan optimistis tren positif akan terus berlanjut. Menurut Vincent, kinerja pada kuartal kedua menunjukkan akselerasi pertumbuhan di seluruh lini bisnis, didukung prospek industri pertambangan yang dinilai semakin kondusif seiring kepastian berbagai kebijakan pemerintah pada paruh kedua tahun ini.

Artikel Terkait

Pengendali KDTN Kembali Buang 3 Juta Saham Harga Atas

Putrasakti Mandiri melakukan transaksi penjualan saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) sebanyak 3 juta saham dengan nilai mencapai sekitar Rp1,32 miliar. Meski mengurangi kepemilikannya, Putrasakti Mandiri

Grup Lippo (MPPA) Catat Perubahan Besar Kepemilikan Saham, Free Float Tinggal 16%

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat perubahan signifikan pada struktur kepemilikan saham hingga akhir Juli 2026. Porsi saham free float perseroan turun tajam menjadi 16,05% dari sebelumnya 40,99%,

Gudang Garam (GGRM) Ungkap 4 Nama Pemilik Manfaat Akhir, Free Float 16,45%

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan saham free float sebesar 16,45% atau sekitar 316,46 juta saham hingga akhir Juli 2026. Persentase tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru