Emitentrust.com – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (BEI: MPMX) melaporkan porsi saham free float tetap sebesar 33,67% hingga akhir Juli 2026 atau setara 1,477 miliar saham dari total saham tercatat sebanyak 4,387 miliar saham. Di saat yang sama, perseroan juga menegaskan bahwa Edwin Soeryadjaya masih tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) perusahaan berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, MPMX menyebutkan jumlah saham free float pada akhir Juli 2026 mencapai 1.477.173.965 saham atau 33,67% dari total saham tercatat. Perseroan juga memastikan perhitungan free float telah dilakukan sesuai ketentuan Bursa dengan mengecualikan kepemilikan pengendali, afiliasi pengendali, direksi, komisaris, serta saham tresuri.
Dari sisi struktur kepemilikan, PT Saratoga Investama masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 2.530.083.541 saham atau 57,673%. Sementara itu, PT Persada Capital menggenggam 223.150.000 saham atau 5,087%.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Edwin Soeryadjaya tetap menjadi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) MPMX. Edwin juga tercatat memiliki kepemilikan langsung sebanyak 1.735.000 saham atau sekitar 0,039% dari total saham perseroan serta menjabat sebagai komisaris.
Di kelompok manajemen, kepemilikan saham terbesar berasal dari Komisaris Drs. Tossin Himawan sebanyak 72,43 juta saham atau 1,651%, disusul Komisaris Ir. Danny Walla sebanyak 51,98 juta saham atau 1,185%. Sementara Direktur Suwito memiliki 20,87 juta saham atau 0,476%, Direktur Beatrice Kartika menggenggam 8,69 juta saham atau 0,198%, dan Direktur Kemal Mawira memiliki 670.200 saham atau 0,015%.
Dari sisi basis investor, jumlah pemegang saham yang memiliki Single Investor Identification (SID) meningkat menjadi 26.084 SID pada akhir Juli 2026, bertambah 808 SID dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 25.276 SID.
Adapun berdasarkan klasifikasi investor KSEI, kepemilikan terbesar di luar pengendali berasal dari investor individu dengan sekitar 1,036 miliar saham, diikuti reksa dana sekitar 329,63 juta saham, korporasi 244,48 juta saham, perusahaan efek 39,59 juta saham, dana pensiun 34,85 juta saham, serta sejumlah institusi keuangan lainnya.
Perseroan menegaskan bahwa seluruh informasi dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) telah disusun secara lengkap dan benar, serta perhitungan free float telah memenuhi ketentuan Peraturan Pencatatan Bursa Efek Indonesia.


