Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi belakangan ini.
Perlu diketahui Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatat penguatan dalam sebulan terakhir. Saham emiten beton pracetak tersebut naik 8,22% dari level Rp73 per saham pada 14 Juli 2026.
Dalam sepekan terakhir, saham WTON juga tercatat menguat 5,33%. Pergerakan tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada perseroan terkait volatilitas transaksi efek.
Manajemen Wika Beton (WTON) dalam klarifikasi yang disampaikan melalui surat No. SE.01.01/WB-0A.0854/2026 sebagai tanggapan atas surat BEI No. S-10603/BEI.PP2/08-2026 memastikan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai saham perseroan maupun keputusan investasi pemodal.
“Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan,” jelas manajemen WTON.
Pernyataan serupa disampaikan terkait ketentuan BEI mengenai informasi material yang dapat mempengaruhi harga saham perusahaan tercatat dan keputusan investasi pemodal. Perseroan menegaskan tidak memiliki informasi atau fakta material dimaksud.
BEI juga meminta penjelasan apakah WTON mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham serta aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.
Manajemen WTON menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tersebut.
“Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu,” tulis manajemen.
Di tengah penguatan saham WTON, perseroan juga memastikan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat.
Manajemen menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang, termasuk aksi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa.
WTON juga menegaskan tidak terdapat informasi, fakta maupun kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Sementara itu, terkait rencana pemegang saham utama, manajemen WTON menyebut pemegang saham utama tidak memiliki rencana untuk melakukan transaksi atas kepemilikan sahamnya di perseroan.
“Pemegang Saham Utama tidak ada rencana untuk melakukan transaksi atas kepemilikan sahamnya di Perseroan,” ungkap manajemen.
Dengan demikian, WTON menegaskan penguatan saham dalam beberapa pekan terakhir bukan disebabkan oleh adanya informasi material yang belum diungkapkan, aksi korporasi dalam waktu dekat, maupun rencana transaksi dari pemegang saham utama.
Klarifikasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Beton, Ignatius Harry Sumartono, sebagai respons atas permintaan penjelasan BEI terkait volatilitas transaksi saham WTON.


