Emitentrust.com – PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) bergerak dalam bidang industri pengisian jasa aerosol kosmetik serta bahan pembersih untuk keperluan rumah tangga bersiap melakukan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru.
Rencana tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 September 2026.
Dalam propektus nya, EURO menyebut saham baru yang diterbitkan berasal dari saham portepel dengan nilai nominal Rp5 per saham. Dana hasil aksi korporasi tersebut nantinya akan disetorkan secara tunai.
Namun, perseroan belum menetapkan harga pelaksanaan maupun jumlah final saham yang akan diterbitkan. Kedua informasi tersebut akan ditentukan dengan mengacu pada ketentuan pencatatan saham tambahan melalui HMETD dan selanjutnya diungkapkan dalam prospektus rights issue.
Rencana rights issue EURO berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap struktur kepemilikan perseroan.
Berdasarkan proforma dengan menggunakan daftar pemegang saham per 12 Agustus 2026, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh EURO saat ini mencapai 2,548 miliar saham.
Setelah rights issue maksimal 2 miliar saham dilaksanakan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat menjadi sekitar 4,549 miliar saham.
Dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 43,97%.
Saat ini, PT Timmsvale tercatat menguasai 909,87 juta saham atau sekitar 35,70% EURO. Sementara masyarakat memiliki 1,639 miliar saham atau sekitar 64,30%.
Setelah penerbitan maksimal 2 miliar saham baru, porsi PT Timmsvale secara proforma akan turun menjadi sekitar 20%, sedangkan kepemilikan masyarakat menjadi sekitar 36,03%, dengan saham baru rights issue mencapai 43,97% dari total saham setelah aksi korporasi.
EURO menyatakan seluruh dana yang diperoleh dari rights issue, setelah dikurangi biaya dan pengeluaran terkait aksi korporasi, akan digunakan untuk modal kerja dan peningkatan kapasitas usaha.
Perseroan menilai tambahan modal tersebut dapat memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan sekaligus meningkatkan kemampuan EURO dalam melakukan ekspansi usaha.
Manajemen juga berharap penguatan modal tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap laba perseroan dan meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham.
EURO berencana menyampaikan pernyataan pendaftaran segera setelah RUPSLB pada 18 September 2026 menyetujui aksi korporasi tersebut. Mengacu pada POJK HMETD, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
Hingga keterbukaan informasi diterbitkan, perseroan menyatakan tidak terdapat keberatan dari pihak mana pun terkait rencana penambahan modal melalui HMETD tersebut.
EURO juga menegaskan berhak menerbitkan sebagian atau seluruh jumlah maksimal saham baru yang telah disetujui RUPSLB. Dengan demikian, jumlah final saham yang diterbitkan masih dapat lebih rendah dari 2 miliar saham.
Harga pelaksanaan, jumlah final saham baru, rasio HMETD dan ketentuan lainnya akan diungkapkan lebih lanjut dalam prospektus setelah proses aksi korporasi memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Pada perdagangan hari ini JUmat (14/8) saham EURO naik 2,92 persen ke level Rp1.760.


