back to top

ADHI Boncos! Rugi Bengkak Jadi Rp5,5T di 2025

Emitentrust.com- PT Adhi Karya (Persero) Tbk, mencatat kinerja keuangan yang tertekan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan rugi bersih jumbo sebesar Rp5,59 triliun, anjlok tajam dibandingkan rugi Rp60,09 miliar pada 2024.
Dalam laporan keuangan yang dikutip Selasa (7/4) disèbutkan penurunan kinerja ini terjadi di tengah merosotnya pendapatan usaha yang tercatat sebesar Rp9,66 triliun, turun signifikan dari Rp13,35 triliun pada tahun sebelumnya.

Tekanan besar dari kerugian tersebut membuat posisi ekuitas ADHI ikut tergerus dalam. Per akhir 2025, total ekuitas hanya tersisa Rp3,29 triliun, anjlok drastis dari Rp8,97 triliun pada 2024.

Bahkan, saldo laba berubah menjadi defisit dalam sebesar minus Rp3,62 triliun, mencerminkan akumulasi tekanan kinerja yang berat.

Salah satu faktor utama pembengkakan rugi berasal dari pos beban lain-lain bersih yang melonjak fantastis hingga Rp5,04 triliun. Selain itu, beban keuangan juga tetap tinggi di level Rp865,31 miliar.

Di sisi operasional, laba usaha ikut tergerus tajam menjadi hanya Rp179,48 miliar, dari sebelumnya Rp702,10 miliar.

Total aset ADHI per akhir 2025 tercatat sebesar Rp28,79 triliun, turun dari Rp34,64 triliun pada 2024. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya kas dan berbagai pos aset lancar lainnya.

Sementara itu, total liabilitas tercatat masih tinggi di angka Rp25,49 triliun, menunjukkan tekanan leverage yang masih besar.

Di tengah tekanan kinerja, ADHI masih mencatat arus kas operasi positif Rp1,96 triliun. Namun, arus kas pendanaan tercatat negatif Rp1,84 triliun akibat pembayaran utang dan beban bunga yang tinggi.

Kas akhir tahun pun menyusut menjadi Rp1,71 triliun, turun dari Rp2,24 triliun di tahun sebelumnya.

Artikel Terkait

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

IHSG Ditutup Hijau Meski Tipis, Sektor Energi Jadi Penyelamat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (14/7/2026). Meski sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG akhirnya ditutup naik tipis 1,67 poin atau 0,03% ke level 6.039,52.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru