back to top

Aksi Jual Berlanjut, Kepemilikan Bos VTNY Menyusut

EmTrust – Direktur Utama PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), Junichiro Waide, kembali mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perseroan. Aksi penjualan saham tersebut dilakukan dalam periode 11–18 Desember 2025.

Manajemen VTNY dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Jumat (19/12) menyatakan bahwa Junichiro Waide telah melepas sebanyak 8,65 juta saham VTNY dengan harga transaksi berkisar antara Rp96 hingga Rp102 per saham.

Sebelumnya, Junichiro Waide juga tercatat melakukan penjualan saham VTNY sebanyak 8,1 juta lembar pada periode 3–10 Desember 2025 dengan rentang harga Rp93 hingga Rp95 per saham.

Manajemen menjelaskan bahwa tujuan dari transaksi penjualan saham tersebut adalah untuk penyesuaian portofolio kepemilikan langsung, dan bukan merupakan perubahan terhadap pengendalian perseroan.

Dengan adanya transaksi terbaru tersebut, jumlah kepemilikan saham Junichiro Waide di VTNY berkurang menjadi sekitar 1,28 miliar lembar saham atau setara dengan 20,58 persen.

Sebelum transaksi penjualan, kepemilikan saham Junichiro Waide tercatat sebanyak sekitar 1,29 miliar lembar saham atau setara dengan 20,72 persen dari total saham beredar.

Manajemen VTNY menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak berdampak terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Artikel Terkait

Layar Digi Gandeng Alfamart Buka Akses Hiburan Digital

Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Data menunjukkan, hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop,

IHSG Unjuk Gigi! Ditutup Menguat 1,22% ke Level 8.031

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan dan ditutup naik signifikan pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026). IHSG tercatat menguat 96,61 poin atau 1,22% ke level 8.031,87,

Agoes Projosasmito Pegang Kendali, Free Float AMMN 18,69%

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) kembali menegaskan kuatnya struktur pengendalian saham. Dalam Laporan Bulanan Pemegang Efek per 31 Januari 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru